BAGAIMANA KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN ANAK USIA DINI
BAGAIMANA KOMUNIKASI YANG BAIK
DENGAN ANAK USIA DINI
Oleh : Ubes Nur Islam
Muqaddimah
Alternatif & Solusi- Berkomunikasi adalah interaksi dialogis antara satu sama
dengan lainnya. Berkomunikasi dengan seorang dewasa sangat berbeda dengan
seoarng anak, lebih-lebih anak tersebut di bawah usia sangat dini. Komunikasi
anak pada usia dini merupakan jembatan utama pendidikan karakter dan
kepribadian seorang anak. Teknik berkomunikasi yang baik dengan seorang anak
pada usia dini akan menciptakan karakter anak dewasa kelak menjadi pribadi yang
unggul. Anak memiliki keberanian dan kecerdasan sekaligus kemampuan
bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya secara adaptif dan bijaksana.
Sebaliknya, salah teknik dalam berkomunikasi bisa menjadi
patal bagi kepribadiannya. Tidak sedikit orang tua dalam berkomunikasi dengan anak
usia dininya mengakibatkan karakter anak jadi lemah mental atau ketinggalan
secara intelektualnya. Apalagi, jika orang tua anak tersebut memiliki karakter
emosional dan kasar terhadap anaknya. Bisa-bisa anak nanti dewasa menjadi
seorang pembangkang dan pemberontak.
Anak usia dini adalah anak yang berada dalam masa
keemasan. Pada masa ini ia diharuskan lebih banyak bermain dan berlatih
berbahasa, berkomunikasi dan berdialog dengan orang tua atau lingkungannya,
dibandingkan belajar untuk mengasah kemampuan otaknya. Maka dari itu, dalam
berkomunikasi pun harus diolah sebaik mungkin. Hendaklah hati-hati dan waspada
bagaimana berkomunikasi dengan anaknya pada usia dini tersebut.
Anak adalah anugerah terindah bagi setiap orang tua.
Hubungan antara orang tua dan anak haruslah terjalin dengan erat agar tercipta keharmonisan dalam keluarga dapat
terjaga. Salah satu cara menjaga keharmonisan tersebut adalah dengan menjaga
komunikasi yang baik sejak anak usia dini.
Dengan tahapan komunikasi yang baik sejak anak usia dini
akan menguatkan hubungan dalam keluarga. Berkomunikasi dengan anak usia dini
gampang-gampang susah, tapi bukan berarti tidak bisa. Perlu beberapa teknik
dalam melakukan komunikasi dengan anak usia dini. Berikut adalah teknik
komunikasi dengan anak usia dini seperti kami rangkum dari pakar komunikasi.
Gunakanlah Kata “Saya” Dibandingkan Kamu
Berkomunikasi dengan anak pada usia dini, harus bersiap dengan keegoisan mereka. Salah satu
teknik yang perlu diubah dalam komunikasi dengan anak adalah dengan membiasakan
menggunakan kata ‘saya’ dibandingkan kata ‘kamu’.
Misalnya saja ketika ingin melarang anak membuang sesuatu sembarangan, sebaiknya
katakan “Saya atau Bunda akan
marah kalau ada orang yang buang sampah sembarangan karena akan mengotori
lingkungan”
Bercanda Dengan Si Kecil
Anak usia dini adalah anak yang berada dalam masa keemasan.
Pada masa ini ia diharuskan lebih banyak bermain dibandingkan belajar untuk
mengasah kemampuan otaknya. Oleh
karena itu, dalam berkomunikasi pun harus menambahkan candaan
agar ia lebih mudah menerima.
Sering bercanda dengan anak akan membuat hubungan Anda
jauh lebih dekat sehingga komunikasi pun akan lebih mudah dijalin. Rasa nyaman
dalam berkomunikasi karena adanya candaan membuat anak lebih mudah menyampaikan
isi hatinya pada Anda.
Ajarkan Terus Kosakata Baru
Anak usia dini biasanya hanya memiliki beberapa kosakata
dalam pembicaraannya. Hal ini disebabkan ia baru belajar bahasa yang digunakan
sehari-hari. Salah satu manfaat komunikasi dua arah ini adalah Anda bisa
membantu anak untuk menambah kosakata yang ia punya dengan banyak mendengar dan
memperhatikan setiap perkataannya.
Misalnya saja ketika ia bercerita bahwa ia menyukai Hello Kitty, coba tanyakan
kenapa ia menyukai Hello Kitty. Pembicaraan yang sederhana seperti ini akan membuatnya
lebih kaya kosakata.
Menggambarkan
Anak usia dini memiliki imajinasi yang sangat kuat
sehingga aan jauh lebih mudah menyampaikan pesan jika Anda menggambarkan isi
dari pesan Anda. Misalnya saja jika ingin menegur karena kondisi kamar yang
berantakan, maka cukup dengan mengatakan “Saya/Bunda melihat mainan berserakan
di dalam”. Dengan pesan seperti ini, ia kan mengerti bahwa ia harus membereskan
mainannya.
Banyak Bertanya Pada Si Kecil
Anak usia dini sangat senang bercerita, maka dari itu
seringlah bertanya pada anak tentang apa pun. Mulai dari kegitannya seharian,
makanan yang ia sukai, dan banyak topik lain yang bisa menjadi bahan
pembicaraan.
Jadilah Pendengar Yang Baik
Egoisme yang ada dalam anak usia dini harus Anda imbangi
dengan banyak mengalah. Salah satunya adalah dalam komunikasi. Ketika ia
berbicara, ia harus mendapat perhatian penuh dari Anda. TatAp wajahnya saat ia
berbicara sehingga ia akan merasa lebih dihargai dan diperhatikan. Menjadi
pendengar yang baik bagi anak menunjukkan bahwa Anda sangat mencintai buah hati
Anda.
Memuji
Jangan sungkan untuk memuji si kecil. Karena Salah satu
bentuk komunikasi yang sangat disukai anak adalah pujian. Dengan memuji hal
baik yang ia lakukan, maka Anda akan memberikan penghargaan yang tinggi kepada
anak Anda. Ia pun akan menjadi lebih bersemangat untuk melakukan komunikasi
antar pribadi yang baik dengan Anda.
Selalu Luangkan Waktu Untuk Memndampingi Si Kecil
Teknik dalam komunikasi yang bijak dengan anak usia dini
bukan hanya tentang berbicara dengan anak, tapi usahakanlah agar Anda berkomunikasi
secara langsung atau menemani ia bermain. Ketika menemaniya bermain, maka
komunikasi akan terjalin dengan baik karena anak mersa lebih nyaman.
Luangkanlah waktu Anda untuk anak sesibuk apapun Anda karena komunikasi yang
baik akan lebih efektif jika dilakukan secara langsung. Sangat banyak orang tua
yang saat ini justru mengandalkan teknologi dalam berkomunikasi dengan anak
sehingga ketika bertatap muka secara langsung justru menimbulkan kesan canggung
akibat tidak terbiasa.
Jangan Memulai Kebohongan
Mohon bantuan subcribe dan aktifkan tombol loncengnya
untuk channel Adik ini ya! Terimakasih. Anak usia dini memiliki daya ingat yang
sangat kuat sehingga Anda harus berhati-hati dalam berkata, termasuk soal
kebohongan. Jangan memulai kebohongan pada anak sejak kecil karena ia justru
akan meniru apa yang Anda lakukan.
Untuk mencegah ia melakukan sesuatu, jangan gunakan kebohongan dengan
mengatakan ‘nanti digigit hantu’ atau kebohongan lainnya. Akan jauh lebih baik
jika Anda mengatakan ‘Kalau kamu nakal, nanti Bunda jadi sedih’. Dengan begitu
emosi anak akan tergerak untuk lebih menuruti Anda.
Jangan Pernah Membentak
Anak usia dini merupakan masa dimana kesabaran Anda akan
selalu diuji. Jangan membentak anak Anda jika ia melakukan kesalahan.
Beritahukan ia mengapa Anda melarangnya untuk melakukan sesuatu. Hal ini akan
jauh lebih baik untuk psikologi anak dan membantunya menghindari kembali
bersikap kasar kepada orang lain. Ingatlah bahwa Anda adalah sekolah
pertamanya.
Tatap Matanya Saat Berbicara
Biasakan untuk menatap mata anak Anda ketika berbicara
untuk membangun komunikasi visual yang baik. Selain membuatnya fokus pada apa
yang dibicarakan, menatap mata saat berbicara mengajarkan ia mengetahui etika
komunikasi untuk berlaku sopan ketika berbicara dengan orang lain.
Tatapan mata yang saling berinteraksi juga akan menguatkan hubungan antara
orang tua dan anak.
Hindari Membandingkan Dirinya Dengan Orang Lain
Salah satu kesalahan orang tua saat berkomunikasi dengan
anak adalah kerap kali membandingkan anak sendiri dengan anak orang lain.
Sebagian orang tua menganggap bahwa hal ini akan memotivasi anak untuk menjadi
lebih baik, tapi faktanya justru akan membuat anak menjadi minder dan tidak
percaya diri. Maka dari itu, sebisa mungkin hindarilah membandingkan anak
dengan anak lain karena karakter dan perkembangan setiap anak itu berbeda.
Itulah cara teknik komunikasi dengan anak usia dini. Berkomunikasi dengan
anak usia dini memang gampang-gampang susah, namun dengan pendekatan yang tepat,
maka komunikasi yang terjalin akan terbentuk dengan baik. Demikianlah artikel
yang singkat ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.
Selanjutnya, jika
Anda mau mendorong anak usia dini Anda untuk memiliki kemampuan lebih dan bakat
khusus yang maksimal, terutama dalam hal kecerdasan atau kemampuan khusus, Anda
dapat melatihnya sebuah praktik edukatif secara khusus. Namun hal ini
tergantung pada kapasitas anak usia dini Anda. Jika anak usia dini Anda ada
masalah kepribadian atau ketertinggalan mental, segera lakukan optimalisasi dan
penyembuhan mentalnya. Setidaknya Anda melakukan do’a dan wirid untuk perubahan
kapasitas Anak usia dini Anda, bagaimana membngun dan membentuk bakat dan kecerdasan
maksimum untuk anak usia dini Anda. Syekh Ahmad Ad-Dairabi telah memberikan
terafi dan solusi akan masalah ini. Bagi Anda yang memerlukan do’a dan wirid
tersebut, Anda dapat mengambilnya di profil UbesChannel ini.



Comments
Post a Comment