DAHSYANYA EFEK SHALAT BAGI KESEHATAN JASMANI
DAHSYANYA EFEK
SHALAT BAGI KESEHATAN JASMANI
Oleh: Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi -Melaksanakan shalat maktubah (Shalat
Fardu Lima Waktu) bagi seorang muslim yang mukallaf merupakan suatu kewajiban
yang tidak boleh ditinggalkan. Sekalipun dalam keadaan sakit, dalam perjalanan
jauh ataupun sibuk. Apalagi ketika dalam keadaan sehat wal afiyat, dalam keadaan mukimin, atau santai.
Ketika sakit, shalat dilakukan
sesuai dengan kemampuan, manakala tidak mampu berdiri, boleh sambil duduk, bila
tidak mampu duduk, boleh sambil berbaring, bila tidak mampu, boleh terlentang,
bahkan bila tidak mampu terlentang, boleh dengan isyarat kedipan mata.
Ketika dalam perjalanan jauh,
sholat boleh dilaksanakan dengan diqosor atau dijamak. Hal ini dalam ulama
fiqih disebut rukhshoh atau dispensasi, keringanan beragama. Dijamak artinya
dua macam sholat dilakukan pada waktu bersamaan, misalnya shalat zuhur dan
ashar, atau shalat maghrib dan isya dilaksanakan pada waktu salah satunya.
Sedangkan shalat subuh tidak boleh dijamak, tetap harus dilaksanakan pada
waktunya.
Bila pelaksaan shalat zuhur
dan ashar dillakukan pada waktu zuhur, atau shalat maghrib dan isya
dilaksanakan pada waktu maghrib disebut jamak taqdim. Sementara jika shalat
zuhur dan ashar dilaksanakan di waktu ashar, atau shalat maghrib dan isya
dilaksanakan pada waktu isya maka disebutnya jamak ta’khir.
Qasar adalah meringkas, yakni
melaksanakan shalat yang empat rakaat diringkas menjadi dua rakaat, misalnya
shalat shalat zuhur dan ashar, atau isya yang seharusnya laksanakan empat
rakaat, dengan qasar menjadi diringkas, cukup dua dua rakaat saja, tapi shalat
maghrib dan subuh tidak boleh diringkas atau diqasar.
Lebih lanjut, secara teknis
shalat dalam keadaan rukhshoh ini bisa dilaksanakan dengan jamak dan qasar
sekaligus. Misalnya shalat zuhur dan ashar dilakukan pada waktu zuhur dan dilakukan dengan masing-masing dua rakaat
saja. Atau sebaliknya, shalat zuhur dan ashar, dilaksanakan pada waktu ashar
dan dilakukan masing-masing dua dua rakaat saja. Yang pertama disebut jamak
qasar takdim dan yang kedua disebut jamak qasar ta’khir.
Demikian, saking wajibnya
shalat, seorang muslim selagi ia hidup dan masih bernafas, tidak punya uzur
syar’i ia harus melaksanakan sholat dan tidak boleh meninggalkannya. Mengapa
Allah begitu ketat memerintahkan umat-Nya untuk selalu sholat, ada apa dibalik
perintah sholat ini?.
Perintah Allah semuanya
ta’abbudiyah, dan adakalanya ta’akkuliyah. Ta’abbudiyah artinya segala perintah
Allah adalah mutlak harus dilaksanakan oleh mukallaf, tanpa harus ia mengetahui
alasannya, karena boleh jadi ia tidak mampu menguak alasan yang tertuang dalam
perintah tersebut. Dan adakalanya perintah itu ta’akkuliyah, artinya mukallaf
mampu mengungkap rahasia di balik perintah dan sekaligus mampu mengupas alasan-alasan
yang dimaksud dalam isi perintah tersebut.
Shalat adalah ibadah yang
mengharuskan si pelakunya, mukallaf, harus suci dari hadats dan najis bahkan suci
dari khobaits atau rijsun. Suci dari hadats maksudnya, bila ia mukallaf tak
punya wudhu harus berwudhu, atau bila ia punya junub, maka ia harus mandi
wajib. Sedangkan suci dari najis maksudnya, bila pada badan mukallaf, atau
pakaian atau tempat shalatnya ada najis, maka ia harus dibersihkan dari
najisnya. Kemudian, suci dari khobaits atau rijsun berarti, si mukallaf tidak
boleh ada hati kufur, syirik, murtad, atau akalnya hilang sebab mabuk atau
gila.
Rasulullah bersabda:
“Bahwa orang yang selalu
melakukan shalat lima waktu setiap hari dan setiap malam, laksana orang yang
mempunyai rumah yang di depannya mengalir sungai yang airnya jernih. Lalu ia
mandi di sungai itu setiap hari lima kali, maka tentu badanya akan selalu
sehat.”
Orang yang melakukan shalat
itu selalu membersihkan badannya setiap kali akan shalat, minimal lima kali.
Orang semacam ini berarti dengan sendirinya badannya akan sehat. Sesuai
semboyan, bersih itu sehat.
Selanjutnya, gerakan sholat
merupakan gerakan senam kesehatan. Mulai gerakan mengangkat kedua tangan kanan
dan kiri, ketika takbiratul ihram. Menurut penelitian para ahli kesehatan,
untuk mempertajam otak kiri dengan memperbanyak menggerakkan tangan kanan,
demikian pula, untuk mempertajam otak kanan harus banyak menggerakkan tangan
kiri. Dengan takbiratul ihram, kedua tangan kanan dan kiri digerakkan bersama,
ini artinya akan mempertajam otak kanan dan kiri sekaligus.
Selanjutnya, gerakan berdiri,
ruku’, I’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, berdiri lagi untuk rakaat
berikutnya, duduk tahiyat awal dan tahiyat akhir, menengok sebelah kanan dan
kiri ketika salam. Semua itu, adalah gerakan kesehatan yang seringkali kita
lakukan ketika senam. Seorang muslim tak perlu senam atau jogging, tetapi cukup
dengan melaksanakan sholat secara rutin, tujuh belas rakaat dalam lima waktu,
atau dalam sehari semalam. Apalagi jika ditambah dengan sholat sunnah rawatib,
nawafil, mustahab, atau sunat-sunat lainnya.
Seorang muslim, ketika bangun
tidur, langsung mandi, berwudhu, dan langsung shalat subuh. Saat itu, udara
sejuk dan bersih, dimana sebelumnya tidur, badan membujur kaku, dengan sholat
subuh otot-otot dan persendian langsung segar dan tenang.
Di siang hari, di tengah
kesibukan kerja si pekerja istirahat dan makan siang. Di saat istirahat ini,
seorang muslim melaksanakan sholat zuhur.
Dimana Otot dan persendian yang
kaku akibat bekerja, dengan sholat zuhur dilenturkan kembali, sehingga kembali
segar dan siap untuk melajutkan pekerjaan yang tertunda. Demikian juga sholat
ashar, maghrib, dan isya, bisa melenturkan otot-otot dan persendian langsung
kembali segar dan rileks.
Manakala memperhatikan
waktu-waktu shalat, Islam mengatur dengan penuh perhitungan. Artinya shalat
lima waktu yang dilakukan oleh seorang muslim, semuanya pada waktu-waktu rileks
dan santai, tidak sedang sibuk melakukan pekerjaan atau tidak dalam keadaan
waktu istirahat total. Tetapi dalam keadaan kondisi dan situasi yang normal,
dan memungkinkan seorang muslim dapat melaksanakannya.
Memperhatikan teori tersebut
diatas, nampaknya, sholat yang dilaksanakan secara teratur dan rutin (kontinyu),
ini berarti kesehatan seorang muslim akan terpelihara dengan baik dan stabil.
Ayo kita sholat sesuai waktu yang ditentukan….! (selesai)



Comments
Post a Comment