HIKMAH DAN RAHASIA WAKTU DALAM MAWAQIT SHALAT Bagian 3
HIKMAH DAN RAHASIA WAKTU
DALAM MAWAQIT SHALAT
Bagian 3
Ubes Nur Islam
Hikmah Waktu-Waktu Shalat dalam Dunia Sains
Alternatif & Solusi - Baiklah, kita coba melihat bahasan dari dunia sains mengupas
soal waktu dalam sholat, ada apa dibalik waktu-waktu shaolat yang ditentukan
Allah ini. Tentu saja, ini hanya sebuah kajian dari sisi sains, yang kapasitas
analisanya masih dalam ruang terbatas. Namun walau demikian, tetap bisa kita
hargai, karena setidaknya akan membuka tabir (hijab) kebutaan kita tentang
makna karunia waktu yang diberikan Allah kepada kita.
Ibadah sholat adalah ibadah utama seorang muslim dan ini merupakan jembatan utama komunikasi langsung antara umat dan Penciptanya (Allah Swt). Ternyata dari waktu sholat yang 5 waktu itu banyak hikmah yang kita bisa dapatkan dilihat dari faktor kesehatan, ilmu pengetahuan, psikologi dan lain-lain. Berikut pengamatan para ahli di bidangnya mengenai masalah waktu sholat, salah satu rukun Islam, karena ada rahasia dibalik peralihan/perpindahan waktu sholat.
Manakala setiap perpindahan dan peralihan waktu sholat
sebenarnya bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam yang bisa diukur
dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Fenomena perubahan warna alam ini
tidak asing bagi penggemar dan praktisi fotografi, video atau film juga dalam
industri cahaya dan lampu,percetakan, astrofisika dan lain-lain karena ada
istilah suhu atautemperatur warna (color temperature) dimana kalau siang itu
bluish (kebiru-biruan) dan kalau sore itu reddish(kemerah-merahan)- Suhu warna
biasanya menggunakan satuan Kelvin (K) sebagai perangkat pengukurannya.
Untuk menentukan awal permulaan dan akhir waktu-waktu shalat,
kita tentu saja berpegangan dengan sebuah dalil syari’at. Jadi sebelum membahas
kajian sains kita lihat dan kita iringi dulu dengan keterangan mengenai batas
waktu-waktu shalat. Dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, disebutkan
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya shalat itu memiliki awal dan akhir waktu.
Awal waktu shalat zhuhur adalah saat matahari tergelincir dan akhir waktunya
adalah ketika masuk waktu ashar. Awal waktu shalat ashar adalah ketika masuk
waktunya dan akhir waktunya saat matahari menguning. Awal waktu shalat maghrib
adalah ketika matahari tenggelam dan akhir waktunya ketika tenggelam ufuk. Awal
waktu shalat isya adalah saat ufuk tenggelam dan akhir waktunya adalah
pertengahan malam. Awal waktu shalat fajar adalah ketika terbit fajar dan akhir
waktunya saat matahari terbit.” (HR. At-Tirmidzi no. 151 dan selainnya.
Lihat Ash-Shahihah no. 1696)
WAKTU SUBUH
Awal waktu shalat fajar adalah saat terbitnya fajar kedua atau fajar shadiq sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu di atas. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat ini di waktu ghalas, bahkan terkadang beliau selesai dari shalat fajar dalam keadaan alam sekitar masih gelap (waktu ghalas), sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Kami wanita-wanita mukminah ikut menghadiri shalat fajar
bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan berselimut
(menyelubungi tubuh) dengan kain-kain kami, kemudian mereka (para wanita
tersebut) kembali ke rumah-rumah mereka ketika mereka selesai menunaikan shalat
dalam keadaan tidak ada seorang pun mengenali mereka karena waktu ghalas (sisa
gelapnya malam).” (HR. Al-Bukhari no. 578 dan Muslim no. 1455)
Dalam Kajian dunia sains, bahwa pada waktu subuh, alam berada
dalam spectrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid
(kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu Faal-salah satu dari ilmu biologi
yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh
terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai
rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang
masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan
komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di
alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang,
tenaga alam ini berada pada tingkatan optimum. Tenaga inilah yang kemudian
diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.
Secara ekplisit Allah menyatakan, bahwa subuh disebut qur’anal
fajr adalah memiliki realitas yang nyata (masyhud). Sebuah fenomena
waktu yang memberi dampak dan efek yang nyata bagi kehidupan manusia. Inilah
firman-Nya.
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai
gelap malam dan dirikan pula shalat subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu
disaksikan oleh malaikat.” (Al-Isra`: 78)
WAKTU ZUHUR
Awal waktu zhuhur adalah saat matahari tergelincir (waktu zawal)
dan akhir waktunya adalah ketika masuk waktu ashar. Jabir bin Samurah
radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat
zhuhur ketika matahari tergelincir.” (HR. Muslim no. 1403)
Hadits ini menunjukkan disenanginya menyegerakan shalat zhuhur,
demikian pendapat Asy-Syafi’i rahimahullahu dan jumhur ulama. (Al-Minhaj 5/122,
Al-Majmu’ 3/56)
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kami bila
mengerjakan shalat zhuhur di belakang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
kami sujud di atas pakaian kami dalam rangka menjaga diri dari panasnya
matahari di siang hari.” (HR. Al-Bukhari no. 542 dan Muslim no. 1406)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani rahimahullahu menyatakan, “Hadits
ini menunjukkan disegerakannya pelaksanaan shalat zhuhur walaupun dalam kondisi
panas yang sangat. Ini tidaklah menyelisihi perintah untuk ibrad (menunda
shalat zhuhur sampai agak dingin, pent.), akan tetapi hal ini untuk menerangkan
kebolehan shalat di waktu yang sangat panas, sekalipun ibrad lebih
utama.” (Fathul Bari, 2/32)
Sebagaimana disinggung di atas bahwa untuk shalat zhuhur ada
istilah ibrad, yaitu menunda pelaksanaan shalat zhuhur sampai agak dingin. Ini
dilakukan ketika hari sangat panas sebagai suatu pengecualian/pengkhususan dari
penyegeraan shalat zhuhur. Jumhur berkata, “Disenangi ibrad dalam shalat zhuhur
kecuali pada waktu yang memang dingin.” (Nailul Authar, 1/427)
Dalam pandangan sains, bahwa alam berubah menguning dan ini
berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan.
Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia
berkaitan dengan keceriaan seseorang. Jadi bagi mereka yang selalu ketinggalan
atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem
pencernaan serta berkurang keceriaannya.
Secara ekplisit Allah menyatakan, bahwa waktu dzuhur
disebut duluqisy syamay adalah memiliki realitas yang nyata
terang karena ada sinar matahari yang di atas kepala kita. Sebuah fenomena
waktu ini memberi dampak dan efek yang nyata bagi kehidupan manusia. Inilah
firman-Nya.
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari
tergelincir sampai gelap malam……. (Al-Isra`: 78)
WAKTU ASHAR
Awal waktu Ashar adalah saat sinar matahari memberi
bayang-bayang, yang bila bayangan segala sesuatu sama dengan tingginya, setelah
menambahkan bayangan sesuatu tersebut dengan bayangan tatkala zawal/matahari .
Ibnu Qudamah rahimahullahu berkata, “Akhir waktu zhuhur
adalah bila bayangan segala sesuatu sama dengan tingginya, setelah menambahkan
bayangan sesuatu tersebut dengan bayangan tatkala zawal/matahari
tergelicir.” (Al-Kafi, 1/120)
Dalam kajian dunia sains, bahwa alam berubah lagi warnanya
menjadi jingga/oranye (warna antara merah dan kuning). Hal ini berpengaruh
cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat ( kelenjar eksorin pada
pria jantan, fungsi utamanya adalah untuk mengeluarkan dan menyimpan sejenis
cairan yang menjadi dua pertiga bagian dari air mani), rahim , ovarium/ indung
telur (kelenjar kelamin wanita) , dan testis (kelenjar kelamin jantan) yang
merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga
mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Asar
akan menurun daya kreativitasnya. Disamping itu organ-organ reproduksi ini juga
akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.
WAKTU
MAGHRIB
Awal waktu maghrib adalah saat sinar matahari telah hilang,
warnanya terlihati merah, dan cahaya kegelapan malam mulai nampak. Dalam
al-Qur’an disebutnya ghosaqil lail.
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam ….” (Al-Isra`: 78)
Fenomena waktu maghrib sangat unik. Dalam dunia sains terlihat,
bahwa warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita
mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat
tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam
selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat
bertenaga(powerful) karena mereka bergema atau ikut bergetar dengan warna alam.
Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan
sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena
pada waktu ini banyak gangguan (interferensi-interaksi antar gelombang dalam
satu daerah-bisa membangun dan merusak) atau terjadi tumpang-tindih dua atau
lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan
fatamorgana yang bisa mengganggu mata(penglihatan) kita.
Awal waktu shalat Isya adalah saat tenggelamnya syafaq dan akhir
waktunya ketika pertengahan malam, sebagaimana ditunjukkan dalam hadits
Abdullah bin ‘Amr ibnul Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang waktu
shalat (yang lima), beliau pun menjawab, “Waktu shalat fajar adalah
selama belum terbit sisi matahari yang awal. Waktu shalat zhuhur apabila
matahari telah tergelincir dari perut (bagian tengah) langit selama belum
datang waktu Ashar. Waktu shalat ashar selama matahari belum menguning dan
sebelum jatuh (tenggelam) sisinya yang awal. Waktu shalat maghrib adalah bila
matahari telah tenggelam selama belum jatuh syafaq. Dan waktu shalat isya
adalah sampai tengah malam.” (HR. Muslim no. 1388)
Pada waktu Isya ini, dalam pandangan sains, terlihat fenomena
baru dimana warna alam berubah menjadi nila (indigo) dan selanjutnya
menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang
frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan
waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai
diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini.
Istirahat yang baik adalah dengan tidur.
Dengan tidur pada waktu ini, keadaan jiwa kita berada pada
gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4HZ (Hertz adalah satuan ukur untuk
frekuensi) dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam,
alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan kemudian
ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau
“mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak)kelenjar pituitary
(hipofisis), thalamus(struktur simetris garis tengah dipasangkan dalam otak
vertebrata termasuk manusia dan fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa
khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan
kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus(hipotalamus-bagian otak yang
terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap
steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi
pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam(tahajud).
Hubungan antara waktu shalat dan warna alam sangat erat dengan
nilai (value) dan efek pola laku perbuatan manusia yang berdiam hidup di alam
bumi ini. Kita sebagai manusia sebaiknya mawas diri dan sadar akan pentingnya
tenaga alam yang penuh fenomenal ini.. Faktor-faktor inilah yang mendasar
kegiatan meditasi orang-orang non muslim seperti taichi, qi-gong dan
sebagainya. Meditasi ini dilakukan untuk menyerap tenaga-tenaga alam ke sistem
tubuh. Kita sebagai umat Islam sepatutnya bersyukur, karena telah di’karuniakan’
syariat shalat oleh Allah SWT sehingga jika laksanakan sesuai aturan maka
secara tak sadar kita telah menyerap tenaga alam ini. Ini salah satu diantara
hikmah rahasia waktu-waktu shalat, yang mungkin belum pernah terfikir oleh kita
sebelumnya.
Demikianlah, sepercik rahasia dan hikmah hakikat mengapa Allah
SWT yang maha Pengasih dan Penyayang mewajibkan shalat kepada kita sebagai
hambaNya. Allah, sebagai Pencipta mengetahui bahwa hamba-Nya amat sangat
membutuhkan dan memerlukan-Nya. Oleh karena itu, shalat di awal waktu akan
membuat badan semakin sehat dan prima, tampil lebih cerdas, tangkas, energik
dan cantik inner binner. (Ubes Nur Islam dari berbagai
sumber)



Comments
Post a Comment