MENANGKAL STRESS DENGAN SHALAT SUNNAH
Oleh: Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi - Shalat-shalat Sunnah, seperti
sunnah nawafil, mustahab, rawatib, muakad, ghair muakkad, atau sebutan shalat sunnah
lainnya, ternyata memiliki masing-masing keistimewaan tersendiri, selain pahala
berlipat ganda di akhirat sebagaimana yang dijanjikan dalam anjuran hadits, juga sangat bermanfaat bagi kesehatan rohani,
mental atau psikologis jiwani.
Misalnya, shalat Sunnah Tahajjud, yang dilakukan secara ikhlas di tengah malam dimana orang lain tidur terlelap pulas, ia malah asik dan menikmati shalatnya, ini jelas, sesuai janji Nabi SAW, shalatnya akan menambah tabungan pahala akhirat. Selain itu, shalat Sunnah Tahajjud akan menambah kredit poin posisi duniawi lebih naik dan meningkat bagi si pelakunya. Bahkan ia akan terhindar dari berbagai penyakit pisik dan psikis serta terjauh dari fitnah kefanaan dunia.
Pada era modern kini, terutama
saat dimana dunia kita sedang melintasi era posmo modern, stadium lanjut, tentu
kehidupan makin kompleks, dan banyak duri yang menjebak, tak heran jika
kehidupan manusia saat kini banyak mengalami konflik dan kekacauan kejiwaan,
berbagai tekanan mental seperti stress dan depresi membuat seorang rentan
terhadap infeksi virus dan bakteri jahat, mempercepat perkembangan sel kelenjar
serta meningkatkan metastasis, penyebaran sel kanker.
Menurut para ahli Ilmu
Psikologi, tekanan mental terjadi akibat gangguan irama sirkadian, yakni siklus
bioritmik manusia yang ditandai dengan peningkatan hormone kortisol, yang biasa
dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya
tengan terserang stress atau tidak.
Solusi gejala depresi atau stress
bisa diantisipasi dengan cara tektik edukatif atau dengan cara teknis
rileksasi, yang meliputi meditasi, perenungan dan umpan balik hayati, biofeed
back. Shalat sunnah Tahajjud misalnya mengandung asppek meditasi dan
rileksasi sehingga bisa digunakan sebagai pereda stress, coping mechanism,
yang akan meningkatkan ketahanan tubuh secara natural dan alamiah.
Dr. Mohamad Sholeh, MPd, Dosen
Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya, pernah mengungkapkan bahwa, shalat
Tahajjud yang dilakukan di penghujung malam yang sunyi, bisa mendatangkan ketenangan.
Sementara ketenangan itu sendiri terbukti meningkatkan daya tahan tubuh,
imunologik bagi tubuh, mengurangi penyakit jantung, dan meningkatkan usia harapan hidup (uhh).
Shalat sunnah Tahajjud yang
dilakukan bukanlah sekedar gerakan ritme tubuh yang kosong dan kering dari
muatan nilai roh rabbaniyah. Akan
tetapi shalat Sunnah Tahajjud yang dilakukan merupakan repleksi dari nilai roh rabbaniyah,
yakni shalat sunnat yang dimuati dengan niat penuh keikhlasan dan kekhusyuan. Sebab
shalat Sunnah Tahajjud yang tanpa niat yang lurus dan tanpa ikhlas, ini pun
akan menimbulkan konplik baru dan masalah berbahaya tersendiri bagi jiwanya,
yaitu stressing of prayer. Jika
hal ini terjadi akan terjadi kegagalan dalam menjaga home-statis atau
daya adaptasi terhadap pola irama pertumbuhan sel yang normal, berubah menjadi
nomaden atau abnormal.
Manakala ada seorang merasa
sakit setelah melaksanakan sholat Sunnah tahajjud, boleh jadi ada kemungkinan
berkaitan dengan bangunan sholat yang didirikannya tidak benar, misalnya niat
sholatnya tidak ikhlas, atau dilakukan karena terpaksa dan tidak rileks (tidak
tuma’ninah) sehingga terjadi kegagalan adaptasi terhadap perubahan irama
sirkadian tersebut.
Gangguan adaptasi tersebut,
menurut Dr. Mohamad Sholeh, tercermin pada
sekresi korsitol dalam serum darah yang seharusnya menurun pada malam hari.
Bila sekresi korsitol tetap tinggi maka produksi respon imunologik akan
menurun, dan ini akan berakibat munculnya gangguan kesehatan pada tubuh
seseorang. Sedangkan jika sekresi korsitol menurun, maka indikasinya akan
terjadi produksi respon imunologik yang meningkat pada tubuh seseorang.
Selanjutnya, Dr. Mohamad
Sholeh menjelaskan, bahwa perubahan respon ketahanan tubuh imunologik bagi
mereka yang melaksanakan sholat tahajjud, secara mekanis, akan terpantau dari
besaran control. Sebab yang mendasari perubahan respon ketahanan tubuh
imunologik ini adalah roh sholat-nya, yakni motivasi, niat dan
keikhlashan serta kekhusyuan dirinya pada saat melaksanakan sholat.
Niat yang ikhlas dalam
melaksanakan shalat akan mendatangkan rasa tenang, optimis, dan persepsi
positif. Sedangkan reaksi emosional positif akan menhindarkan dari dari stress.
Sebaliknya, niat yang tidak ikhlas dalam melaksanakan shalat tahajjud akan
menimbulkan kekecewaan, kecemasan, persepsi negative, dan rasa tertekan.
Perasaan negative dan tertekan ini akan menjadikan seseorang rentan terhadap
stress.
Dalam Ilmu Psikologi,
sebagaimana dikutip Dr. Mohamad Sholeh dalam disertasinya, Pengaruh Shalat
Tahajud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik, disebutkan bahwa dalam kondisi stress
berkepanjangan, yang ditandai dengan tingginya sekresi korsitol, seketika
hormone korsitol akan bertindak sebagai imunosupresif, yang menekan proliferasi
limposit dan mengakibatkan imunoglobulin tidak terinduksi. Sehubungan
imunoglobulin tidak terinduksi ini akan menimbulkan system daya tahan tubuh akan menurun, dan
pada akhirnya tubuh akan rentan terkena infeksi dan kanker. Kanker adalah
pertumbuhan sel tidak normal.
Shalat Sunnah Tahajjud yang
dilakukan dan sekaligus dimuati dengan niat keikhlasan, kekhusyuan, rileksasi,
dan kontinyu akan merespon dan merangsang pertumbuhan sel secara normal,
sehingga membebaskan si pelaksana sholat Sunnah tahajjud ini, dan terhindar
dari berbagai penyakit dan kanker. Shalat yang dilakukan dalam kondisi seperti
ini secara outomatis akan menimbulkan efek persepsi dan motivasi positif,
sehingga pada akhirnya akan menumbuhkan potensi pereda stress, coping mechanism
yang efektif.
Lebih lajut, sebagaimana
disebutkan dalam kajian Dr. Mohamad Sholeh, coping mechanism dari pengaruh
shalat tahajjud yang baik ini sangat efektif akan berjalan mengalir dalam tubuh
dan diterima sampai batang otak. Setelah diformat dengan bahasa otak, kemudian
ditransmisikan ke salah satu bagian otak besar, yang disebut talamus. Kemudian
dari talamus menghubungi pusat memori yang vital, hipokampus, untuk
mengkoordinasikan segala yang diserap oleh indera dan amigdala sebagai pusat
emosi, untuk mensekresi GABA yang bertugas sebagai pengontrol respon emosi, dan
menghambat acetylecoline, serotonim, dan neurotranmiter yang lain akan
memproduksi korsitol.
Lalu, thalamus kemudian
mengkoneksi dan mengontak prefrontal kiri-kanan dengan mensekresi dopanin dan
menghambat sekresi seretorim dan norepinefrin. Setelah beberapa saat terjadi
kontak koneksif timbal balik thalamus – hipokampus – amigdala - prefrontal kiri
– kanan, kemudian thalamus mengontak ke hipotalamus untuk mengendalikan sekresi
korsitol.
Demikianlah pengaruh efektif
sholat Sunnah bagi pelaksananya, secara teoritis dalam kajian ilmu Psikologi.
Secara mekanis, sholat Sunnah bisa
menangkal stress sekaligus menyembuhkan
system jaringan otak besar, sehingga pada akhirnya otak besar secara
utuh dan keseluruhan sistemnya akan kembali normal, dan secara otomatis otak
besar berpotensi menjadi mechanism yang efektif sebagai tim kontroling daya
tahan tubuh imunologik di dalam tubuh kita. (Selesai)



Comments
Post a Comment