MENYELAMI MASALAH AIR DAN MANFAATNYA BAGI KEHIDUPAN MUSLIM BAGIAN 1
MENYELAMI MASALAH AIR DAN MANFAATNYA
BAGI KEHIDUPAN MUSLIM
BAGIAN 1
Ubes Nur Islam
Air untuk berbagai kebutuhan
Alternatif & Solusi -Manusia hidup pasti tidak lepas dengan air. Air merupakan
salah satu materi alam yang penting dalam kehidupan manusia karena dapat
dipergunakan untuk keperluan rumah tangga, kesehatan, pertanian, peternakan,
perikanan dan industri. Penggunaan air dalam lingkup kehidupan primer rumah
tangga khususnya, air digunakan untuk berbagai kebutuhan, umpamanya sebagai air
minum, masak, mandi dan mencuci. Bahkan khusus seorang muslim, air merupakan
media pokok untuk suksesi sempurna dan sahnya sebuah ritual ibadah, seperti
mandi janabah, wudhu, dan mencuci benda-benda terkena najis.
Sumber air yang dipergunakan di rumah tangga, saat ini,
khususnya di kawasan perkotaan dan daerah pedesaan (bukan kawasan laut atau
pegunungan) biasanya berasal dari PDAM, sumur pompa, sumur terbuka (sumur gali),
sumur artesis, kolam, mata air dan lain-lain. Dalam siklus hidup, air merupakan
medium berbagai reaksi dan proses eksresi. Tubuh manusia terdiri dari 60-70%
air. Idealnya, manusia membutuhkan minimal 5 liter air sehari . Transportasi
zat-zat makanan dalam tubuh semuanya dalam bentuk larutan dengan pelarut air,
seperti halnya unsur hara dalam tanah hanya dapat diserap oleh akar dalam
bentuk larutannya. Oleh karena itu kehidupan ini tidak mungkin dapat
dipertahankan tanpa air.
Air konsumsi sebaiknya mengandung mineral yang sangat penting
dalam tubuh. Zat besi (Fe) adalah salah satu kandungan mineral yang terdapat
dalam air. Kadar Fe dalam jumlah sedikit memang diperlukan untuk pembentukan
sel darah merah. Tetapi, kalau terlalu tinggi dapat berdampak buruk bagi
kesehatan manusia dan lingkungan, seperti munculnya warna coklat pada air. Fe2+ dapat larut, sehingga berapapun tidak akan
menimbulkan kekeruhan. Tapi, kalau sudah kontak dengan udara akan terjadi
oksidasi menjadi Fe3+. Endapannya akan menimbulkan
warna kekuning-kuningan pada air.
Pengaruh kadar Fe yang tinggi pada rumah tangga yaitu dapat
menyebabkan lantai atau dinding bak kamar mandi berwarna merah jika terkena air
ini terus menerus. Selain itu pakaian akan berwarna merah atau kuning jika
digunakan untuk mencuci. Kadar maksimal kandungan Fe (ferum/zat besi) pada air minum,
menurut persyaratan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No
416/Menkes/Per/IX/1990, maksimal 0,3 mg per liter. Jika air yang dikonsumsi
manusia mempunyai kadar Fe berlebihan, bisa menimbulkan kerusakan pada syaraf,
gangguan pada ginjal dan lain sebagainya.
Pada umumnya, sumur gali (sumur terbuka) dan sumur bor merupakan
salah satu sumber air yang digunakan di rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari, terutama sebagai air konsumsi. Beberapa sumur yang akan diuji
kadar Fe nya adalah sumur warga yang terletak ±10 m dan ±100 m dari lahan
persawahan daerah jalan Wonosari km.9,5 Berbah.
Kini, dengan kondisi udara dan tanah yang tak lagi bagus karena
pencemaran, baik akibat industri dan pemanasan global tentunya sangat
memengaruhi mutu air yang diminum. Sangat sulit mencari air yang bisa
meringankan kerja tubuh manusia. Dengan notabene tetap memerlukan asupan
oksigen dari air yang dikonsumsi. Lebih-lebih, keadaan nyata sekarang ini,
sumber air berasal dari PDAM, atau proses filterasi dengan mengambil air dari
daur ulang limbah air bekas pakai, ini sesungguhnya kualitas air yang digunakan
untuk kebutuhan sehari-hari telah banyak tercemari berbagai zat-zat yang
membahayakan tubuh manusia.
Menurut ilmuwan, Dr Charles Mayo dari Mayo Clinic (salah satu RS
terbaik di USA), menyatakan bahwa kualitas air yang terkandung di tanah maupun
permukaan sudah sangat jauh menurun kualitasnya. Mineral anorganik dalam air
minum adalah penyebab banyaknya penyakit manusia.
Dalam kajian ilmu Hidrologi, air yang meresap ke bawah
permukaan tanah dalam bentuk penelusan maupun peresapan, dalam
perjalanannya membawa unsur-unsur kimia. Komposisi kimia air tanah ini
memberikan beberapa pengaruh terhadap berbagai kegiatan pemanfaatannya seperti
pertanian, industri maupun domestik. Komposisi zat terlarut dalam air tanah
dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok (dalam Hadipurwo, 2006): Unsur
utama (major constituents), dengan kandungan 1,0-1000 mg/l, yakni:
natrium, kalsium, magnesium, bikarbonat, sulfat, klorida, silika, Unsur
sekunder (secondary constituents), dengan kandungan 0,01-10 mg/l, yakni besi,
strountium, kalium, kabornat, nitrat, florida, boron.
Berikutnya, Unsur minor (minor
constituents), dengan kandungan
0,0001-0,1 mg/l, yakni atimon, aluminium, arsen, barium, brom, cadmium, krom,
kobalt, tembaga, germanium, jodium, timbal, litium, mangan, molibdiunum, nikel,
fosfat, rubidium, selenium, titanium, uranium, vanadium, seng. Dan terakhit,
Unsur langka (trace constituents), dengan kandungan biasanya kurang dari 0,001
mg/l, yakni berilium, bismut, cerium, cesium, galium, emas, indium, lanthanum,
niobium, platina, radium, ruthenium, scandium, perak, thalium, tharium, timah,
tungsten, yttrium, zirkon.
Klasifikasi Air Tanah
Kualitas air tanah ditentukan oleh tiga
sifat utama, yaitu: sifat fisik, kimia, dan sifat
biologi/bakteriologi. Pertama sifat fisik. Sifat fisik antara lain
warna, bau, rasa, kekentalan, kekeruhan, suhu (Hadipurwo, 2006). Dalam hal ini,
air secara fisik dapat terlihat sebagai berikut:
1. Warna air
tanah disebabkan oleh zat yang terkandung di dalamnya, baik berupa
suspensi maupun terlarut,
2. Bau air tanah dapat
disebabkan oleh zat atau gas yang mempunyai aroma yang terkandung dalam air,
3. Rasa air tanah ditentukan
oleh adanya garam atau zat yang terkandung dalam air tersebut, baik yang tersuspensi
maupun yang terlarut,
4. Kekentalan air dipengaruhi oleh
partikel yang terkandung di dalamnya. Semakin banyak yang dikandung akan
semakin kental. Di samping itu apabila suhunya semakin tinggi maka
kekentalannya akan semakin kecil (encer),
5. Kekeruhan air disebabkan oleh adanya
tidak terlarutkan zat yang dikandung. Sebagai contoh adalah adanya partikel lempung,
lanau, juga zat organik ataupun mikroorganisme, dan
6. Suhu air juga merupakan
sifat fisik dari air. Suhu ini dipengaruhi oleh keadaan sekeliling,
seperti musim, cuaca, siang-malam, tempat ataupun lokasinya.
Kedua Sifat Kimia. Termasuk dalam sifat kimia adalah
kesadahan, jumlah garam terlarut (total
dissolved solids atau TDS), daya
hantar listrik (electric conductance atau DHL), keasaman, dan kandungan ion.
Kesadahan atau kekerasan (total
hardness), adanya kandungan Ca
dan Mg. Kesadahan ada dua macam, yaitu kesadahan karbonat dan kesadahan
non karbonat. Air dengan kesadahan tinggi sukar melarutkan sabun, oleh
karenanya air tersebut perlu dilunakkan lebih dahulu. Jumlah garam
terlarut adalah jumlah garam yang terkandung di dalam air. Klasifikasi air
berdasarkan jumlah garam terlarut menurut Hem (1959). Sebagai gambaran adalah
air laut mengandung garam-garaman terlarut sekitar 34.000 mg/l.
Daya Hantar Listrik adalah sifat menghatanrkan
listrik dari air. Air yang banyak mengandung garam akan mempunyai DHL tinggi.
Pengukurannya dengan alat Electric
Conductivity Meter(EC Meter), yang
satuannya adalah mikromhos/cm atau μmhos/cm atau μsiemens/cm sering ditulis
μS/cm. Air tanah pada umumnya mempunyai harga 100 - 5000 μmhos. Besaran
DHL dapat dikonversikan menjadi jumlah garam terlarut (mg/l), yaitu: 10 m3 μmhos/cm
= 640 mg/l atau 1 mg/l = 1,56 mmhos/cm (1,56 μS/cm)
Hubungan antara harga DHL dengan jumlah garam yang terlarut
secara tepat perlu banyak koreksi seperti temperatur pengukuran, maupun
tergantung juga dengan jenis garam yang terlarut, tetapi secara umum angka tersebut
di atas sedikit banyak dapat mewakili.
Keasaman air dinyatakan dengan pH, mempunyai besaran mulai dari
1-14. Air yang mempunyai pH 7 adalah netral, sedangkan yang mempunyai pH lebih
besar/kecil dari 7 disebut bersifat basa/asam. Jadi air yang mengandung garam
kalsium karbonat atau magnesium karbonat, bersifat basa (pH 7,5 - 8), sedangkan
yang mempunyai harga pH < 7 adalah bersifat asam, sangat mudah melarutkan
Fe, sehingga air yang asam biasanya mempunyai kandungan besi (Fe) tinggi.
Pengukuran pH air di lapangan dilakukan dengan pH meter, atau kertas
lakmus (Hadipurwo, 2006).
Kandungan ion baik kation maupun anion yang terkandung di
dalam air diukur banyaknya, biasanya dalam satuan part per million (ppm) atau
mg/l. Ion-ion yang diperiksa antara lain Na, K, Ca, Mg, Al, Fe, Mn, Cu, Zn, Cl,
SO4, CO2, CO3, HCO3,
H2SF, NH4, NO3, , NO2,
KMn O4, SiO2, boron, ion-ion logam yang biasanya
jarang akan tetapi ion ini bersifat sebagai racun antara lain As, Pb, Sn, Cr,
Cd, Hg, Co (Hadipurwo, 2006).
Ketiga Sifat Biologi/Bakteri. Kandungan biologi di dalam
air diukur terutama dengan banyaknya bakteri coli. Untuk standar air
minum ada batas maksimum kandungan coli yang diperbolehkan
Standard Kualitas Air tanah
Seperti telah diuraikandi atas, standar kualitas air
tanah mempunyai 3 (tiga) fungsi bagi manusia (Toth, 1990) yaitu :
1. sebagai sumber alam yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan
manusia; 2. bagian dari hidrologi dalam tanah yang mempengaruhi
keseimbangan siklus hidrologi global; dan 3. sebagai anggota/ agen
dari geologi.
Fungsi pertama air tanah bagi manusia adalah untuk
memenuhi berbagai keperluan manusia, misalnya untuk minum, memasak, mandi,
mencuci, irigasi, dan juga dibutuhkan dalam beberapa proses industri.
Untuk masing-masing keperluan/penggunaan, ada standar
kualitas air tanah yang harus dipenuhi, sebagai contoh syarat
kualitas air tanah untuk air minum jelas berbeda dengan air tanah
untuk proses industri. Standar kualitas air tanah akan dijelaskan pada sub-bab
berikut.
Standar Kualitas Air Minum
Kemudian, Standar kualitas air minum yang
digunakan di Indonesia dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan RI melalui
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002 tentang Pengawasan
Kualitas Air Minum, Di samping itu ada standard air minum lainnya, seperti
yang dikeluarkan oleh WHO atau negara lain.
Secara lebih khusus, untuk menguji kadar Fe dalam air sumur
dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom (SSA/AAS). Metode
analisis AAS didasarkan pada proses penyerapan energi radiasi oleh atom-atom
yang berada pada tingkat energi dasar (ground
state).
Pengujian kadar Fe dalam air sumur ini berfungsi untuk
membandingkan kadar Fe dari beberapa sampel air sumur yang terletak ditempat
yang berbeda-beda, apakah masih memenuhi standar baku mutu yang telah
ditentukan. Sehingga apabila telah diketahui kadar Fe nya dapat dilakukan tahap
selanjutnya. Apabila kadar Fe melebihi baku mutu, maka perlu dilakukan proses
pengurangan/penurunan kadar. Apabila kandungan Fe dalam air sumur tidak
melebihi standar baku mutu, maka tidak perlu dilakukan proses penurunan kadar.
Cara menurunkan kadar Fe yang umum digunakan yaitu dengan cara
dioksidasi. Air dikontakkan sebanyak mungkin dengan udara (aerasi). Dengan cara
ini maka air sumur yang mempunyai kadar Fe tinggi dapat diturunkan kadarnya
sehingga baik untuk dikonsumsi. Cara seperti itu cukup baik, namun untuk
melihat mutu air seperti proses laboratorium tersebut, bagi tingkat awam untuk
melakukan pengujian laboratorium tidak mudah, selain itu juga membutuhkan biaya
yang tidak sedikit.
Kini, tak perlu khawatir. Saat ini orang tak perlu lagi
susah-susah mencari tahu tentang kualitas air yang dikonsumsi. Pasalnya kini
telah tersedia alat sederhana dengan ukuran relatif kecil yang yang terdapat
pada paket staterkit vo2. Tentunya juga makin memudahkan untuk melakukan tes
secara mandiri, tak perlu menunggu waktu lama. Cukup satu atau tiga menit kita
sudah bisa melihat kualitas air yang diminum dengan melihat perubahan warna
dalam air, memang belum sedetail hasil penelitian di laboratorium. Namun
secara kasat bisa lebih mudah dilihat hasilnya secara langsung. Alat yang
mengadopsi teknologi laboratorium ini bernama electro analyzer atau lebih
dikenal dengan elektrolizer.
Standar Air Tanah Untuk Bersuci (thaharah)
Islam memandang, air adalah benda yang istimewa dan punya
kedudukan khusus, yaitu menjadi media utama untuk melakukan ibadah ritual
berthaharah. Air merupakan media yang berfungsi untuk menghilangkan najis,
sekaligus juga berfungsi sebagai media untuk menghilangkan hadats.
Kendati ada benda lain juga bisa dijadikan media berthaharah,
namun air adalah media yang utama. Sebagai contoh adalh tanah. Tanah memang
dapat berfungsi untuk menghilangkan najis, tetapi yang utama tetap air.
Najis berat seperti jilatan anjing, disucikan dengan air 7 kali, tanah hanya
salah satunya saja. Tanah memang bisa digunakan untuk bertayammum, namun selama
masih ada air, tayammum masih belum dikerjakan.
Berbicara air yang terkait dengan thaharah (besuci baik untuk
menghilangkan hadats mapun najis), Islam membagi tingkatan air menjadi beberapa
jenis. Para ulama telah membagi air ini menjadi beberapa keadaan, terkait
dengan hukumnya untuk digunakan untuk bersuci. Kebanyakan yang kita dapat di
dalam kitab fiqh, mereka membaginya menjadi 4 macam, yaitu : air mutlaq,
air musta’mal, air yang tercampur benda yang suci, dan air yang tercampur
dengan benda yang najis. (Ubes Nur Islam dari
berbagai sumber)
BERSAMBUNG.......................



Comments
Post a Comment