PIDATO RASULULLAH SAW MENYAMBUT RAMADHAN

 

PIDATO RASULULLAH SAW MENYAMBUT RAMADHAN

Oleh: Ubes Nur Islam

 

Alternatif & SolusiSaat berakhirnya bulan Sya’ban, datanglah bulan Ramadhan. Orang-orang jawa, sebagiannya menyebut  bulan Sya’ban dengan bulan Rowah. Bagi orang Jawa bulan rowah merupakan bulan pembersihan hawa negative yang ada dalam tubuh dan jasadnya, untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan berikutnya, yaitu bulan suci Ramadhan.

 


Bulan Ramadhan, adalah salah satu bulan dari asy-syahrul hurum, bulan  yang diistimewakan oleh Allah dan Rasulnya. Rasululllah SAW sangat mendambakan bulan ini, sehingga kedatangannya pun disambut amat luar biasa. Sambutan Rasulullah SAW akan kedatangan bulan Ramadhan ini diungkapkan secara langsung di hadapan dan disaksikan oleh para sahabatnya. Sebagaimana dimuat dalam kitab Nahzul Balaghah.

                                                                                 

Dalam kitab tersebut telah memuat hadits pidato Rasulullah kaitan sambutan akan datangnya bulan Ramadhan. Hadits tersebut diriwayatkan oleh tiga pakar hadits, yaitu : Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Baihaqi. Berikut ini pidato yang disampaikan Rasulullah SAW.

 

“Wahai kaum muslimin, telah datang bulan Ramadhan, bulan yang membawa berkah, rahmat dan maghfirahnya. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari utama, malam-malamnya adalah malam yang yang utama. Jam demi jamnya adalah jam paling utama.

 

Kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan-Nya di bulan ini. Nafasmu menjadi tasbih, tidurmu menjadi ibadah, dan do’a-do’amu diijabah. Berdo’alah kepada-Nya dengan niat yang tulus ikhlas dan hati yang suci, agar Allah membimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan agung ini.

 

Kenanglah dengan lapar dan hausmu, sebagai kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persaudaraan. Jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal dipandang, tahan pendengaranmu dari apa yang didengar.

 

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya kau akan dikasihi mereka di kemudian hari. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tanganmu saat berdo’a pada waktu shalat, karena pada saat itulah saat yang paling utama ketika Allah SWT memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika menyeru dan meminta-Nya, menyambut mereka ketika memanggil-Nya dan mengabulkan mereka ketika bero’a kepada-Nya.

 

Wahai manusia, sesungguhnya dirimu tergadai karena amalmu, bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat  karena beban dosamu, ringankan dengan sujudmu. Ketahuilah, Allah SWT bersumpah dengan kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka, pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul jalil.

 

Barangsiapa memeberi makanan untuk berbuka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini,  maka di sisi Allah, nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan diberi ampun atas dosa-dosanya yang lalu.”

 

Ada salah satu sahabat Nabi SAW bertanya, “Ya Rasulullah, kami tidak mampu berbuat demikian.” Kemudian Rasul meneruskan pidatonya,

 

“Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan seteguk air.

 

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang yan di bawah kekuasaannya, seperti pegawai dan pembantu di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya. Siapa yang menahan kejekan di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya, siapa yang memuliakan anak yatim, Allah akan memuliakan-Nya.

 

Siapa yang menyambung silaturahmi, Allah akan menyambungkan dan menghubungkan rahmat-Nya. Siapa yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, allah akan memutuskan rahmat-Nya. Semua itu nanti pada hari dimana manusia berjumpa dengan-Nya.

 

Siapa yang melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa yang melakukan shalat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 kali shalat fardhu di bulan lain.

 

Siapa yang memperbanyak membaca shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangan amal kebaikannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa yang membaca ayat al-Qur’an satu ayat di bulan ini, pahalanya sama seperti menghatam al-Qur’an pada bulan lain.

 

Pada bulan ini, pintu surga dibuka untukmu, memohonlah kepada Allah agar tidak pernah menutupnya bagimu. Pintu neraka ditutup, bermohonlah kepada Allah agar tidak dibuka untukmu. Setan-setan dibelenggu, memohonlah kepada Allah agar tak pernah menguasaimu.”

 

Ada salah satu sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, amal apa yang paling utama di bulan ini?” Rasulullah menjawab, “Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga  dirimu dan apa yang diharamkan Allah bagimu.” (HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Baihaqi)

 

Pidato Rasulullah dalam Hadits di atas merupakan sambutan kedatangan bulan suci Ramadhan, dimana keistimewa-an Ramadhan ini amat luar biasa, sehingga setiap ibadah di bulan Ramadhan pahalanya berlipat ganda, melakukan shalat fardu pahalanya sama dengan 70 kali lipat di bulan lain. Melakukan shalat sunnat di bulan ini sama dengan shalat fardu di bulan lain. Tidurnya orang berpuasa di bulan Ramadhan mendapat pahala, nafas dan ngoroknya menjadi seperti wirid dan bertasbih.

 

Pintu surga, di bulan Ramadhan dibuka, dan pintu neraka ditutup rapat, bahkan setan-setan penggoda dibelenggu, tidak sebebas di bulan lainnya. Sehingga kaum muslimin, lebih leluasa dan tidak banyak gangguan dari setan-setan pengganggu. Memperbanyak ibadah dan amal shaleh di bulan ini menjadi peluang besar bagi terbukanya pintu surga  serta menjauhi larangan-Nya di bulan ini menjadi penutup lubang pintu gerbang neraka.

 

Semoga kita mampu melaksanakan pengayaan diri dengan berbagai amal kebaikan dan ibadah kepada Allah SWT di bulan Ramadhan ini, sehingga kita meraih predikat mukminin muttaqin di sisi Allah SWT. (selesai)

Comments