PUASA RAMADHAN SEBAGAI REFLEKSI KETAATAN DAN PENINGKATAN KUALITAS DIRI
PUASA RAMADHAN SEBAGAI REFLEKSI
KETAATAN DAN
PENINGKATAN KUALITAS DIRI
Oleh: Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi -Puasa atau dalam bahasa arab disebut shaum yang berarti menahan diri, pada dasarnya bersifat universal. Saudara-saudara kita yang beragama lain bahkan penganut aliran kepercayaan sekalipun melaksanakan puasa. Demikian pula umat bangsa-bangsa sebelumnya seperti bangsa Mesir kuno yang menyembah berhala, bangsa Yunani dan bangsa Romawi juga melaksanakan puasa.
Puasa Ramadhan memiliki
keutamaan yang berbeda dengan puasa-puasa lainnya, baik yang dilakukan non
muslim maupun muslim. Puasa Ramadhan adalah puasa yang diperintahkan Allah SWT
sebagaimana dinyatakan dalam Firman Allah Surat Al Baqarah ayat 183 :
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى
الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum
kamu agar kamu bertaqwa”).
Untuk melaksanakan puasa Ramadhan banyak syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi, termasuk reward (pahala) dan punishment (dosa) bagi mereka yang melaksanakan dan meninggalkannya.
Puasa Ramadhan sebagaimana namanya hanya dilaksanakan pada bulan Ramadhan dan tidak dapat dilaksanakan pada bulan lain, kecuali untuk meng-qadha. Puasa harus dimulai dengan niat pada malam sebelum puasa, dari sejak terbit fajar sampai terbenam matahari; dilarang makan, minum, bersetubuh pada waktu puasa; diwajibkan kepada yang beragama Islam, berakal, balig, suci, dll.
Bagi mereka yang melaksanakan
puasa Ramadhan, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlimpah. Disamping
keutamaan-keutamaan puasa, dalam bulan Ramadhan Allah SWT juga menjanjikan
pahala yang berlipat untuk ibadah atau perbuatan baik lainnya.
Bagi mereka yang meninggalkan
puasa karena suatu alasan yang dibenarkan, Allah SWT mewajibkan untuk
menggantinya di waktu lain, sedangkan bagi mereka yang tidak mampu melaksanakan
puasa mereka wajib membayar fidyah (Al Baqarah : 184-185). Bagi mereka yang
sengaja tidak melaksanakan puasa tanpa suatu alasan yang dibenarkan akan mendapat
dosa.
Ketentuan-ketentuan Allah SWT
mengenai puasa Ramadhan yang demikian sempurna mengisyaratkan kemuliaan dan
pentingnya puasa bagi orang yang beriman, yaitu agar kita menjadi orang yang
bertaqwa. Dengan demikian puasa Ramadhan memiliki makna ketaatan mahluk pada
Penciptanya karena dengan berbagai persyaratan yang ditentukan dengan ikhlas
kita tetap melaksanakannya dan sekaligus menjadi media untuk meningkatkan
kualitas diri, yaitu dengan shaum dari perbuatan
yang tidak baik, tetapi memperbanyak perbuatan baik.
Melalui puasa semoga kita
menjadi manusia yang taat dan berkualitas. Amiin.



Comments
Post a Comment