ZIKIR THARIQAH : AMALAN-AMALAN AHLI TASAWUF
ZIKIR THARIQAH :
AMALAN-AMALAN AHLI TASAWUF
Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi - Setiap thoriqoh memiliki cara dan metode tersendiri dalam
melakukan teknis kegiatan wirid atau zikir, baik Thoriqoh mu’tabaroh
maupun ghair mu’tabarah. Jika thoriqoh mu’tabaroh amaliyah zikir tersusun
secara sistematis melalui bimbingan mursyidnya masing-masing. Lain halnya
dengan ghair mu’tabarah, zikiran yang dilakukannya bisa merupakan saduran dari
zikiran wirid-wirid dari thoriqah yang diambilnya, bisa satu zikiran, bisa
beberapa macam zikiran. Atau Bahkan zikirannya bisa jadi dari buatannya
sendiri, kadang zikiran ini menyalahi aturan syari’ (hukum Islam). Yang jelas
aliran ghoir mu’tabarah zikirannya tidak punya sanad yang jelas.
Untuk dapat memahami manakah zikiran thoriqah yang benar
mu’tabarah dan lainnya, dapat dilihat dari tiga sisi bentuk amalannya. Pertama,
ada yang disebut zikir wajib, yakni zikiran yang harus dilaksanakan
setiap selesai sholat fardhu, pagi dan sore. Zikiran ini tidak bisa tidak,
tetapi harus diamalkan sesuai peraturan yang ditetapkan mursyid thoriqah. Dalam
Thoriqoh At Tijany menyebutnya zikiran ini sebagai wirid laazim. Dalam thoriqoh
Alawiyah disebut awrod maktubah.
Kedua, ada yang disebut zikiran wadzifah, yakni zikiran
penunjang, zikiran yang rutin dilakukan sekali dalam sehari semalam
selama hidupnya. Dan ketiga zikiran mustahab, sebagai lazimul faidah dan
penguat untuk memberi dampak kemampuan secara rutin terhadap semua aktifitas
ibadahnya dan rutinitas zikirnya sekaligus memberi kekuatan dalam melaksanakan
amaliyah secara istiqamah salama menjalankan praktek thariqahnya.
Untuk lebih cepat memahami kaifiyat zikir thariqah kita ambil
dari metode yang dijalankan dalam Thoriqah ‘Alawiyah. Berikut ini amalan zikir dalam Thoriqah
‘Alawiyah.
Ada 3 (tiga) kelasifikasi jenis amalan zikir dalam Thoriqoh Alawiyah:
1) Auradul Maktubah , yaitu kalimat thayyibah yang harus diamalkan oleh para santri atau murid yang
menjalankan thoriqoh Alawiah ini, diantaranya : Wirid Laazim , yaitu
membaca:
- syahadatain 41 X
- Sholawat 41x
-surah Al Fatihah 41 x
-surat al-Ikhlas 41 x
- Ratibul Haddad 1x
-qira’atul qur’an (minimal setiap 3-7 hari khatam 30 Zuz)
2) zikiran wadzifah, yakni zikiran rutin dilakukan sekali
dalam sehari semalam selama hidupnya
Dikerjakan 1x sehari semalam, atau pagi dan sore, pagi dimulai setelah selesai
waktu sholat subuh sampai waktu ashar paling lambat sampai maghib. Adapun
zikiran yang diamalkannya adalah:
a. setelah sholat maghrib atau subuh membaca:
-setelah selesai zikir aurod maktubah,
-kemudian membaca Ratibul Haddad 1x
b. pada watu malam hari jam 12.00, wib membaca
-zikir ataqoh kubro 1000-10.000 x
-Doa tawajjuh
3) Ketiga zikiran mustahab, sebagai lazimul faidah, penguat
untuk memberi dampak kemampuan berthariqah secara rutin. Yakni melakukan zikir
arkan, meliputi berbagai aktifitas zikir melalu gerakan anggota tubuh jasmani
dan rohani. Aktifitas ini menyusup ke berbagai kegiatan keseharian seseorang
baik dalam hal ibadah, muamalah, munakahat, dan lainnya. Seluruh kegiatan
bernafas zikir, bentuk jikirnya khofiy. (ubes Nur Islam)



Comments
Post a Comment