KOMUNIKASI SEKS YANG BAIK DALAM ISLAM
KOMUNIKASI SEKS YANG BAIK
DALAM ISLAM
Oleh : Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi - Saat ini,dalam bidang medis
Barat, sebagian pakarnya membolehkan
seks lewat “belakang” atau yang lebih sering disebut dengan seks anal
atau—maaf—lewat dubur. Mereka mengatakan bahwa cara ini adalah salah satu yang
bisa menghindarkan kehamilan untuk wanita, atau sebagai variasi hubungan, atau
yang lebih ekstrem lagi, untuk seks lelaki sesama jenis.
Dalam Islam, perbuatan anal
seks adalah dilarang secara hitam-putih, tak ada lagi perdebatan dan sudah
diakui oleh semua ulama manapun yang lurus aqidahnya. Dalam kitab Fiqhus Sunnah
bab 7 tentang “hak kebendaan” sub bab
“menyenggamai perempuan di luar tempatnya” dijelaskan dalam Firman Allah SWT.
“Isteri-isterimu adalah
seperti tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok
tanam itu bagaimana saja,”(QS 2:223).
“Maka campurkanlah mereka itu
pada tempat yang diperintahkan Allah kepadamu,” (QS 2:222).
Imam Bukhari dan Muslim
meriwayatkan sebab turunnya ayat tersebut bahwa orang-orang Yahudi di zaman
Nabi SAW beranggapan bahwa jika mendatangi isterinya pada kemaluannya lewat
belakang, makaa anaknya akan lahir juling. Dan kaum Anshar pun mengikuti
anggapan ini. Lalu turunlah QS 2:223, yaitu tidak dianggap salah Menyenggamai isteri dengan cara apapun
selama masih pada kemaluannya dan jika masih bermaksud “di tempat bercocok
tanamnya”.
Namun lewat belakang sama
sekali bukan lewat pembuangan kotoran. Terdapat banyak hadits yang melarang
menyenggamai—maaf, sekali lagi!—anus, diantaranya:
“Janganlah kamu mendatangi
perempuan pada pantatnya,” atau Nabi berkata pula “pada duburnya,” (HR Tirmidzi
dan Ibnu Majah).
Amr bin Syu’aib bahwa Nabi SAW
bersabda tentang laki-laki yang mendatangi isterinya pada duburnya, “Itu adalah
homoseksual kecil.” Ahmad dan Ash Habus-Sunan meriwayatkan dari Abu Hurairah
bahwa Rasulullah saw bersabda: “Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi
perempuan pada duburnya.”
Bahaya Anal Seks Dari Segi
Medis
Anus tidak dirancang untuk
berhubungan biologis, sehingga masalah kesehatan akan sangat banyak timbul jika
melakukannya. Seks anal juga tidak pernah dianggap sebagai perilaku seks yang
aman.
Berikut 4 bahaya ketika
melakukan hubungan seks melalui anus, seperti dilansir Menshealth dan
Netdoctor, yaitu:
1. Rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada
anus
Bila dibandingkan vagina,
struktur anus jauh lebih ketat. Bila pria memberikan tekanan yang kuat saat
melakukan hubungan seks pada anus, maka hal tersebut dapat menyebabkan rasa
nyeri, sakit, tidak nyaman atau bahkan lecet hingga menyebabkan sakit saat
buang air besar.
2. Tak ada pelumasan atau
lubrikasi di dubur
Tidak seperti organ reproduksi
wanita atau vagina yang diciptakan untuk dapat melubrikasi dirinya sendiri saat
merasa terangsang, pada anus hal tersebut tidak terjadi. Ini juga dapat
menyebabkan hubungan seks anal semakin menyakitkan.
3. Mudah menyebarkan penyakit
menular seksual
Seks anal jelas akan
menimbulkan banyak penyakit menular seksual (PMS), itu sudah tidak diragukan
lagi. PMS yang bisa menular melalui hubungan seks anal antara lain human
immunodeficiency virus (HIV), human papilloma virus (HPV, yang dapat
menyebabkan kutil kelamin, kanker dubur, hepatitis A dan C, chlamydia,
gonorrhea dan herpes.
4. Tertular virus dan bakteri
berbahaya
Kurangnya pelumasan pada
hubungan seks anal bisa menyebabkan lecet pada penis dan mukosa dubur, sehingga
mudah menularkan virus. Selain penyakit menular seksual, hubungan seks anal
juga dapat menularkan virus dan bakteri tertentu, seperti Escherichia coli (E.
coli). Penularan bakteri ini dapat menyebabkan yang ringan dan parah seperti
gastroenteritis (penyakit infeksi usus yang sangat menular). Beberapa strain E.
coli (E. coli uropathic) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, mulai
dari cystitis (radang kandung kemih) hingga pielonefritis (infeksi ginjal
serius akibat bakteri).
Jadi, lakukan semua seperti
yang sudah digariskan dalam Islam. Nafsu syahwat jika dituruti akan selalu
menuntut dan menuntut lebih. Seks, bagi seorang Muslim, adalah kebutuhan yang
sangat pribadi yang dilakukan secara sah dengan pasangan sah, dan tentu saja
dengan cara-cara yang sama sekali tidak bertentangan dengan syariat. Jangan
sampai justru seharusnya mendapat pahala, malah mendapat laknat Allah swt!
Wallohu alam bi shawwab. [ubes nur
islam dari berbagai sumber]



Comments
Post a Comment