MELIRIK RAHASIA WUDHU Bagian 2
MELIRIK RAHASIA WUDHU
Bagian 2
Ubes
Nur Islam
Alternatif & Solusi - Di dalam ajaran Islam sebenarnya banyak hal ibadah yang terlihat sederhana, spele, dan mudah dilakukan ternyata memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan jasmani dan rohani, misalnya ibadah wudhu. Mengapa Allah memerintahkan umat Islam untuk berwudhu sebelum mendirikan sholat lima waktu? Mengapa Rasul dan sahabatnya selalu berusaha untuk menjaga wudhunya?
Wudhu untuk Kesehatan Jasmani
Aktivitas
wudhu ternyata memiliki manfaat yang sangat besar bagi kesehatan. Hal inilah
yang dibuktikan oleh Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan
neurolog asal Austria yang menyatakan,
bahwa wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Hal ini
disebabkan karena keselarasan air wudhu
dan titik-titik saraf sehingga kondisi tubuh akan senantiasa sehat.
Para
ulama fiqih juga menjelaskan bahwa wudhu juga merupakan upaya untuk memelihara
kebersihan. Daerah yang dibasuh dengan air wudhu seperti tangan, daerah muka,
dan kaki merupakan bagian yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda
asing, termasuk kotoran. Oleh karena itu, daerah tersebut harus dibasuh untuk
menghindari penyakit kulit yang umumnya sering menyerang permukaan kulit yang
terbuka dan jarang dibersihkan seperti sela-sela jari tangan, kaki, dan
belakang telinga.
Para
ahli dan ilmuan mencoba melakukan penelitian ilmiah, dan telah membuktikan bahwa munculnya penyakit
kulit disebabkan oleh rendahnya kebersihan kulit. Untuk itulah orang yang
memiliki aktivitas padat terutama di luar ruangan disarankan untuk selalu membasuh
dan mencuci anggota badannya yang terbuka seperti kepala, muka, telinga, tangan
dan kaki.
Dalam
penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Salim terungkap bahwa wudhu dengan cara
yang baik dan benar akan mencegah seseorang dari berbagai penyakit. Muhammad
Salim juga menganalisis masalah kesehatan hidung dari orang-orang yang tidak
berwudhu dengan orang yang berwudhu secara teratur selama lima kali dalam
sehari untuk mendirikan shalat. Salim mengambil zat dalam hidung pada selaput
lendir dan mengamati beberapa jenis kumannya. Berdasarkan analisisnya, lubang
hidung orang-orang yang tidak berwudhu memudar dan berminyak, terdapat kotoran
dan debu pada bagian dalam hidung, serta permukaannya tampak lengket dan
berwarna gelap. Sedangkan orang-orang yang teratur dalam berwudhu, permukaan
rongga hidungnya tampak cemerlang, bersih, dan tidak berdebu.
Begitu
juga disebutkan oleh Mokhtar Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body
and Soul”. Ia menjelaskan bahwa wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker
ini banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan
terserap oleh kulit. Apabila dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu),
maka bahan kimi tersebut akan larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat
membuat seseorang menjadi tampak lebih muda.
Muhammad
Husein Haykal dalam bukunya “Hayatu Muhammad”, menyatakan bahwa, Rasullah
sepanjang hidupnya tidak pernah menderita sakit kecuali saat sakaratul maut
hingga wafatnya, disebabkan beliau selalu menjaga wudhunya. Wudhu dengan cara
yang benar dapat mencegah berbagai penyakit dan inilah salah satu alasan
mengapa Rasulullah senantiasa menyarankan para keluarga dan sahabatnya untuk
menjaga wudhu.
Wudhu untuk Kesehatan Rohani
Dalam
dunia ruhaniah, ternyata wudhu tidak hanya mampu berefek pada kesehatan jasmani
tetapi juga wudhu sangat berpotensi berpengaruh kepada kesehatan ruhaniyah.
Rasulullah bersabda:
“Mereka
(umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan
dan kaki, karena bekas wudhu mereka.” (HR. Muslim no. 249).
Abu
Hurairah, bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila
seorang muslim atau mukmin berwudhu kemudian mencuci wajahnya, maka akan keluar
dari wajahnya tersebut setiap dosa pandangan yang dilakukan kedua matanya bersama
air wudhu’ atau bersama akhir tetesan air wudhu’. Apabila ia mencuci kedua
tangannya, maka akan keluar setiap dosa yang dilakukan kedua tangannya tersebut
bersama air wudhu atau bersama akhir tetesan air wudhu. Apabila ia mencuci
kedua kaki, maka akan keluar setiap dosa yang disebabkan langkah kedua kakinya
bersama air wudhu atau bersama tetesan akhir air wudhu, hingga ia selesai dari
wudhunya dalam keadaan suci dan bersih dari dosa-dosa.” (HR Muslim no. 244).
Aktifitas
wudhu ternyata mencapai aspek kejiwaan dan hikmah yang tertinggi, dari semuai
aktivitas membasuh sejumlah anggota wudhu. Dengan membasuh muka, berharap wajah
terlindungi dari dosa yang dilakukan mata. Ketika membasuh tangan, berharap
tangan terjaga dari dosa yang belum dilakukan dan dibersihkan dari kekhilafan
yang dilakukan di masa lalu. Saat mengusap kepala, berharap agar pikiran mereka
terlindungi dari pikiran-pikiran yang tidak syar’i. Ketika membasuh telinga,
semoga hal itu dapat menghapuskan dosa yang dilakukan oleh telinga. Dan ketika
membasuh kaki, berdoa agar Allah senantiasa membimbing agar tetap berada di
jalan yang lurus (Islam).
Abduldaem
Al-Kaheel menyatakan, ada sebuah studi baru menegaskan bahwa bilasan ke mulut
dengan air dapat melindungi mulut dari penyakit gusi dan peradangan, gigi
berlubang, memperkuat otot-otot mulut, wajah dan melindunginya dari infeksi
saluran pernafasan. Adapun ketika mencuci hidung dan menghirup air ke dalamnya mampu menyelamatkannya dari
bakteri yang terdapat di dalamnya. Bahkan orang-orang yang memelihara wudhu
dengan baik, akan mampu melindungi hidungnya sehingga bebas dari bakteri. Dan
ini akan melindungi hidung dari berbagai penyakit dan mencegah bakteri bergerak
ke sistem pernafasan. Dapaun ketika membasuk wajah akan membuat wajah tampak
segar dan penuh vitalitas dan melindunginya dari kuman dan debu.
Lebih
lanjut, Abduldaem menegaskan, berbagai studi lainnya juga menegaskan bahwa
mencuci muka dapat membersihkan mata dari debu dan kuman.Dan melindunginya dari
Berbagai infeksi. Begitu pula dengan mencuci tangan akan menghapus sisa-sisa
keringat yang terdapat di permukaan kulit dan membuka pori-pori kulit sehingga
dapat bernapas dengan baik. Ditambah lagi dapat menghapus lemak dan minyak yang
terdapat pada kulit wajah dan tangan oleh adanya sekresi kulit. Dan ini
tercermin secara positif pada kondisi tubuh yang sehat.
Kemudian,
Para medis dari dunia kedokteran sepakat, bahwa mencuci kaki dengan cara diusap
dengan baik akan melindungi kulit dari infeksi dari kotoran kaki dan berbagai
penyakit kulit yang terdapat di tempat itu. Begitupula dengan mencuci muka,
tangan dan kaki dengan cara diusap
pada bagian-bagian tersebut akan mampu merevitalisasi aliran darah di pembuluh
darah, dan ini tercermin pada kondisi psikologis orang yang beriman sehingga
dapat menambah ketentraman dan ketenangan, dan menyingkirkan berbagai penyakit
emosi psikologis yang buruk.
Selain
fungsi-fungsi fisiologis, wudhu juga efektif untuk pengendalian emosi. Setiap
kali marah, seorang hamba beriman disarankan untuk mengambil air wudhu,pada
intinya apapun yang diperintahkan Allah tentu sangat bernfaat bagi hamba-Nya.
Rasulullah
Saw bersabda ; ” Seorang muslim atau mukmin ketika membasuh wajahnya
dlam berwudhu, dosa yang telah dilakukan matanya akan lebur dari wajahnya
bersama tetesan air wudhunya. Hingga tetetsan air yang terakhir. Jika ia
membasuh kedua tangannya , dosa yang telah dilakukan kedua tangannya akan lebur
bersama tetesan air wudhunya, hingga tetesan air yang terakhir. Kemudian jika
ia membasuh kedua kakinya, maka setiap dosa yang telah dilakukan oleh kedua
kakinya, akan lebur bersama tetesan air wudhunya, hingga tetesan air yang
terakhir, sapai akhirnya ia pun bersih dari dosa-dosa.
Dari
Abdulla Ash-Shanaji radiallahuanhu, Rasulullah saw bersabda : “Apabila seorang hamba berwudhu, lalu berkumur, maka dikeluarkanlah
(dihapuskan) kesalahan-kesalahan itu dari mulutnya. Apabila ia memasukkan air
ke rongga hidung, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari hidungnya. Apabila
ia membasuh wajahnya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat
dengan wajahnya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi keluar dari
bawah tempat tumbuhnya rambut dari kedua matanya. Apabila ia membasuh kedua
tangannya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari kedua tangannya,
sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah (celah) kukunya.
Apabila ia mengusap kepalanya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan itu dari
kepalanya, sehingga kesalahan-kesalahan itu keluar dari kedua telinganya.
Apabila membasuh kedua kakinya, maka keluarlah kesalahan-kesalahan tersebut
dari kedua kakinya, sehingga kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi dari bawah
kuku-kuku kedua kakinya. Kemudian perjalanannya ke masjid dan shalatnya merupakan
nilai ibadah tersendiri baginya” (HR. Imam Malik, An-Nasaai, Ibnu Majah dan
Al-Hakim)
Dari
Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa pernah mendengar Rasulullah bersabda : “Sungguh umatku kelak akan datang pada hari kiamat dalam keadaan (muka
dankedua tangannya) kemilau bercahaya karena bekas wudhu. Karenanya,
barangsiapa dari kalian yang mampu memperbanyak kemilau cahayanya, hendaklah
dia melakukannya (dengan memperlebar basuhan wudhunya)” .(HR. Bukhari Muslim)
Rasulullah
bersabda; "Maukah kuberitahukan perbuatan yang dinilai Allah dapat dapat
menghapus dosa-dosa kalian, bahkan akan meninggikan derajat kalian ?" Para
sahabat berkata, "ya wahai Rasulullah." Rasulullah bersabda lagi;
" Menyempurnakan wudhu meskipun dalam kondisi sulit, memperbanyak langkah
ke masjid, lalu menunggu datangnya sholat berikutnya setelah mengerjakan sholat
sebelumnya. Itulah yang dinamakan dengan ribath (tali pengikat)." (HR
Muslim)
Wudhu untuk Kecantikan Wajah
Prof
Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology
berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan tentang wudhu. Ia
mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka, yaitu sebelah dahi,
tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air
segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudhu yang membasuh pusat-pusat syaraf
tersebut.
Dalam
Republika yang terbit pada 5/03/07 yang lalu, memuat berita bahwa, Dokter Ahmad
Syauqy Ibrahim, seorang peneliti penyakit hidung, penyakit dalam, dan penyakit
jantung di London, ia mengatakan : "Para pakar sampai kepada kesimpulan:
Pencelupan anggota tubuh ke air akan mengembalikan tubuh yang lemah menjadi
kuat, mengurangi kekejangan pada syaraf dan otot, menormalkan detak jantung,
kecemasan dan insomania (susah tidur)". Kemuadian, beliau menyimpulkan
dari laporan tersebut, bahwa air wudhu
mampu menjaga wajah wanita tetap cantik.
Mokhtar
Salem dalam bukunya “Prayers a Sport for the Body and Soul” menjelaskan bahwa
wudhu dapat mencegah kanker kulit. Jenis kanker ini banyak disebabkan oleh
bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Apabila
dibersihkan dengan air (terutama saat berwudhu), maka bahan kimi tersebut akan
larut bersama air. Selain itu, wudhu juga dapat membuat seseorang menjadi
tampak lebih muda.
Di
dalam buku Mukjizat Berwudhu karya Drs. Oan Hasanuddin, R.O, Akp, MA.
dijelaskan bahwa anggota badan yang dibasuh air wudhu memiliki titik akupresure
dan akupunktur yang sangat bermanfaat bagi kesehatan seseorang. Titik-titik
tersebut merupakan bagian titik pijat dan akupunktur untuk mengobati berbagai
macam penyakit.
Itulah
beberapa keterangan batapa ajaran Allah menuntun kita untuk hidup lebih baik
dari berbagai aspek. Kemudian walau terdapat penelitian dan terbukti bahwa
wudhu dapat membuat kita lebih cantik,
tetapi janganlah berwudhu menjadi alasan dan kejaran berniat mencari cantik,
akan tetapi tetap wadhu adalah refleksi ibadah yang bermanfaat bagi kehidupan
manusia, salah satunya normalisasi kesehatan yang lebih prima dan cantik.
Wudhu Untuk Pengobatan Fisioterapi
Dalam
Ensiklopedia bebas, Wikipedia, istilah Fisioterapi merupakan ilmu yang menitik
beratkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi
tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.778 Tahun 2008
tentang Pedoman Pelayanan Fisioterapi di Sarana Kesehatan, fisioterapi adalah
suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam
upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur
kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak, dan
komunikasi.
Fisioterapi
dapat melatih pasien dengan melakukan aktifitas khusus, penguluran dan
bermacam-macam teknik dan menggunakan beberapa alat khusus untuk mengatasi
masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi dengan latihan–latihan
fisioterapi. Orang yang menjalankan pelayanan Fisioterapi disebut Fisioterapis.
Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan fisioterapi sesuai
dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dimensi
Pelayanan Fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan, pencegahan
penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan sistem gerak dan fungsi dalam
rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal, yang terdiri dari upaya-upaya:
a.Peningkatan dan pencegahan (promotif dan preventif), Pelayanan fisioterapi
dapat dilakukan pada pusat kebugaran, pusat kesehatan kerja, sekolah, kantor,
pusat panti usia lanjut, pusat olahraga, tempat kerja/industri dan pada
pusat-pusat pelayanan umum. Dan b.Penyembuhan dan pemulihan (Kuratif dan
Rehabilitatif), pelayanan fisioterapi dapat dilakukan pada rumah sakit, rumah
perawatan, panti asuhan, pusat rehabilitasi, tempat praktek, klinik privat,
klinik rawat jalan, puskesmas, rumah tempat tinggal, pusat pendidikan dan
penelitian.
Aktifitas
dan segala mekanisme wudhu adalah tak hanya ibadah ritual sesual perintah agama
tetapi wudhu bisa merupakan aktifitas rutinitas untuk pengkondisian seluruh
aspek hidup, mulai dari psikologis & fisiologis. Dalam tubuh kita ada 5
panca indera, dengan aktifitas ritual wudhu, semua panca indra dapat disapu
oleh air wudhu, tanpa terkecuali, mulai Mata, hidung, telinga & seluruh
kulit tubuh. Ini betul-betul luar biasa. Pelayanan fisioterapi dengan aktifitas
wudu dapat dilakukan untuk mereka yang terkena gangguan fisik, dalam upaya
peningkatan kesehatan, pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan gangguan
sistem gerak dan fungsi dalam rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal.
Wudhu dilakukan sampai manusia mati, karena wudhu beriringan dengan ibadah
sholat.
Ahli
syaraf ( neurologist) pun telah membuktikan dengan air wudhu yang mendinginkan
ujung-ujung syaraf jari-jari tangan dan jari-jari kaki berguna untuk
memantapkan konsentrasi pikiran. Dalam kedokteran akupuntur, dikenal titik
reseptor. Pada anggota badan yang terkena perlakuan wudhu terdapat ratusan
titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan,
gosokan, usapan, dan tekanan/urutan ketika melakukan wudhu. Stimulus tersebut
akan dihantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ dan sistim organ yang
bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi yaitu sistem
syaraf dan hormon bekerja untuk mengadakan homeostasis (keseimbangan).
Titik-titik akupunktur, suatu fenomena yang menarik bila dikorelasikan dengan
kayfiyat wudhu yang disyari’atkan 15 abad yang lalu.
Setelah
dihitung-hitung…ternyata terdapat 493 titik reseptor pada anggota wudhu. Baik
kita perhatikan perbandingan Anggota
Wudhu (rukun dan sunat) dan Jumlah Titik Akupunktur adalah sebanding, berikut
rinciannya: Wajah 84, Tangan 95, Kepala
64, Telinga 125, dan Kaki 125. Maka
Jumlah total titik zona wudhu dan titik reseptor akupuntur sama yaitu
berjumlah 493 titik.
Bayangkan
jika kita melakukan wudhu itu setiap hari paling sedikit 5 kali sehari maka
kegiatan ini sama halnya dengan melakukan terapi akupuntur atau melakukan
terapi fisiologis dalam dunia kedokteran modern.
Diantara
sela-sela jari tangan dan kaki terdapat masing-masing satu titik istimewa (Ba
Sie pada sela-sela jari tangan & Ba Peng pada sela-sela jari kaki).
Keseluruhannya terdapat 16 titik akupunktur. Berdasarkan riset fakar
akupunktur, titik-titik tersebut apabila dirangsang dapat menstimulir bio
energi (Chi) guna membangun homeostasis. Sehingga menghasilkan efek terapi yang
memiliki multi indikasi, seperti untuk mengobati migren, sakit gigi,
tangan-lengan merah, bengkak, dan jari jemari kaku.
Lain
lagi tentang telinga, bahwa daun telinga, selain sebagai aksesoris, ternyata
terkandung banyak sekali titik reseptor syaraf.
Oleh karena itu disarankan saat wudhu dimana pada waktu menyapu telinga
itu jangan cuma membasuh saja, tapi harus dengan pijatan juga. Ini namanya
aurikulopressure alias pijat akupunktur telinga. Rangsangan
dari aktivitas wudhu muncul keseluruh tubuh, khususnya pada area yang disebut
BASes (Biological Active Spots ) atau tiktik-titik aktif biologis. Menurut
riset ini, BASes mirip dengan titik-titik refleksologi Cina.
Dr
Magomedov, seorang pakar dari lembaga General And Ecology di Daghestan State
Medical Academy, Republik Russia. Dia
menjelaskan dalam artikelnya tentang bagaimana aktivitas wudhu dapat
menstimulai/ merangsang irama tubuh alami.
Menurut
Dr Magomedov, untuk menguasai titik-titik refleksi Cina dengan tuntas umumnya
dibutuhkan waktu berlatih antara 15 – 20 tahun. Bisa dibandingkan dengan
praktek wudhu yang sangat sederhana. Kelebihan wudhu, dimana refleksiologi
hanya berfungsi menyembuhkan, sedangkan wudhu juga sangat efektif mencegah
masuknya bibit penyakit.
Menurut
penelitian Dr Magomedov dikatakan bahwa 61 dari 65 titik refleksi Cina adalah
bagian yang dibasuh air wudhu. Lima titik lainnya terletak antara tumit dan
lutut, dimana bagian ini juga merupakan wilayah wudhu yang tidak diwajibkan.
Sistem
metabolisme tubuh manusia terhubung dengan jutaan syaraf yang ujungnya tersebar
di sepanjang kulit. Guyuran air wudhu dalam konsep pengobatan modern adalah
hidromessage alias pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.
Membasuh
daerah wajah misalnya pijatan air akan memberi efek positif pada usus, ginjal
dan system saraf maupun reproduksi.
Membasuh kaki kiri berefek positif pada kelenjar pituitary, otak yang
mengatur fungsi-fungsi kelenjar endokrin (kelenjar yang bertugas mengatur
pengeluaran hormon dan mengendalikan pertumbuhan). Di telinga terdapat ratusan
titik biologis yang akan menurunkan tekanan darah dan mengurangi sakit.
Mohtar
Saleem, dalam bukunya A Sport for the body and soul, menjelaskan bahwa wudhu
bisa mencegah kanker kulit. Jenis kanker
ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel
dan terserap kulit. Pencegahan paling efektif adalah meminimalkan resiko dengan
cara membersihkan secara rutin. Berwudhu lima kali sehari adalah antisipasi
yang lebih dari cukup.
Aktivitas
wudhu juga meremajakan selaput lender yangmenjadi gugus depan pertahanan tubuh.
Peremajaan menjadi penting karena salah satu tugas utama lender adalah ibarat membawa
contoh benda asing yang masuk kepada dua senjata pamungkas yang sudah dimiliki
manusia secara alami, yaitu sel T (limfosit T) dan sel B (limfosit B). Dimana
keduanya bersiaga di jaringan limfosit dan system getah bening dan mampu
menghancurkan penyusup yang berniat buruk terhadap tubuh. Aktivitas wudhu
meningkatkan daya kerja mereka.
Aktivitas
wudhu lainnya, yang tidak kalah penting adalah disunatkannya menghirup air dari
hidung dan dikeluarkan lewat mulut. Cara ini mampu menangkal secara efektif ISPA
(infeksi saluran pernafasan akut), TBC, kanker n. asofaring secara dini.
Sebagai
seorang muslim disarankan juga untuk tidak hanya mengambil wudhu ketika akan
shalat, tetapi juga untuk aktivitas yang lain. Misalnya, saat hendak membaca
Al-Qur’an, berangkat tidur , akan berangkat kerja dan dalam berbagai aktifitas
keseharian kita.
Sementara
dalam temuan Ahli terapis lainnya, yaitu seorang dokter ahli bedah yang
berprofesi juga sebagai staf pengajar anatomi di Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta menemukan fenomena wudhu yang sangat berkaitan dengan anatomi tubuh
manusia khususnya tulang. Bertahun-tahun menggeluti ilmu bedah dan anatomi,
akhirnya dokter tersebut menyimpulkan bahwa jumlah bilangan ruas tulang yang
kita basuh setiap kali berwudhu sama dengan jumlah keseluruhan tulang manusia
dan sama dengan jumlah bilangan hari dalam 1 tahun hijriah.
Menurutnya,
kebanyakan manusia tidak pernah memperhatikan jumlah tulangnya sendiri, bahkan
seorang dokter sekalipun. Menurut ilmu anatomi, jumlah tulang manusia dewasa
adalah 206 ruas (Henry Netter, 1906).
Akan tetapi secara embriologis, pusat penulangan semasa kehidupan janin
dalam kandungan adalah sekitar 350-an pusat penulangan (Leslie Brainerd Arey,
1934), yang kemudian banyak pusat-pusat penulangan yang menyatu, membentuk satu
tulang dewasa. Bilangan pusat penulangan itu ternyata dekat dengan bilangan
hari dalam satu tahun.
Dalam
kaitannya dengan ritual wudhu, pembasuhan anggota wudhu kebanyakan sebanyak 3
kali, dan ada yang 1 kali (membasuh kepala dan telinga). Baiklah kita coba
perhatikan jumlah tulang penyusun bagian-bagian tubuh yang dibasuh pada saat
wudhu.
Lengan
dan tangan (30 buah) yang meliputi: 1 buah tulang lengan atas, 2 buah tulang
lengan bawah, 8 buah tulang pergelangan tangan, dan 19 buah tulang telapak dan
jari-jari.
Tungkai
dan kaki (31 buah) yang meliputi 2
tungkai bawah, 8 buah tulang pergelangan kaki dan 21 buah tulang telapak dan jari-jari.
Wajah
(12 buah) yang meliputi 1 buah tulang dahi, 1 buah tulang baji, 1 buah rahang
atas, 1 buah rahang bawah, 1 buah tulang
air mata, 1 buah tulang pelipis, 2 buah tulang hidung, dan 2 buah tulang pipi.
Rongga
mulut dan hidung (41 buah) yang meliputi
32 gigi geligi, 1 buah tulang langit-langit, 1 buah rahang dan 7 buah
sekat dan karang hidung.
Kepala
dan telinga (12 buah) yang meliputi 2 buah tulang pelipis, 2 buah tulang
ubun-ubun, 1 buah tulang, 1 buah tulang baji, 1 buah tulang dahi, 1 buah tulang
belakang kepala, dan
6
buah tulang pendengaran.
Bagian
tubuh poin A – D dijumlahkan : 30+31+12+41= 114. Kemudian, angka tersebut
dikalikan 3 oleh karena saat wudhu, dilakukan pembasuhan sebanyak 3 kali, menjadi
: 114 x 3= 342. Dan, poin E tidak
dikalikan 3 karena saat wudhu, kepala dan telinga dibasuh hanya 1 kali. Angka
342 dijumlahkan dengan 12 didapatkan angka 354.
Angka
ini sama dengan jumlah seluruh jumlah hari dalam 1 tahun hijriah, sekaligus
sama dengan jumlah seluruh tulang manusia. Dengan demikian membasuh anggota
tubuh saat wudhu seakan-akan sudah membasuh seluruh tubuh. Apakah ini suatu
kebetulan (Ubes Nur Islam dari berbagai
sumber)



Comments
Post a Comment