RAHASIA DI BALIK IBADAH
RAHASIA DI BALIK IBADAH
Ubes Nur Islam
Alternatif & Solusi - Ibadah dalam Islam mempunyai ciri-ciri yang
berbeda dengan konsep ibadah di agama dan kepercayaan lain. Ibadah tidak hanya
dimaknai sebagai ibadah mahdloh (ibadah wajib)seperti shalat, zakat puasa dan
haji belaka. Lebih dari itu, ibadah bisa juga dimaknai sebagai aktivitas harian
yang diniati untuk mencari rida Allah, sehingga seorang muslim bisa menjadikan
aktivitas harian, seperti bekerja, sebagai bentuk ibadah.
Muhammad Shofa Mughtanim, salah seorang santri
dari Pondok Pesantren Madrasah Aliyah Daarun Najaah, Semarang, mencoba
melalukan ritual ibadah sesuai yang sudah rutin dia lakukan, namun ada satu hal
yang dia kommitmenkan dalam prinsip kehidupannya, yaitu dia mensinergitaskan
kegiatan harian sederhananya menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari
akumulasi kegiatan ibadah.
Menurutnya, “itulah, sebagai landasan bagaimana
seorang muslim mampu menjadikan segala aktivitasnya sebagai bentuk ibadah. Maka
secara permanen, segala aktivitas harian dikemas secara terpadu, lalu aktivitas harian tersebut disinerjikan dengan
segala yang kegiatan sederhana bisa dikonsentrasikan menjadi bernilai ibadah
ketika dimaksudkan untuk mendekatkan dirikepada Allah. Inilah yang dinamakan
ibadah, karena secara tidak langsung seseorang melakukan aktivitas tersebut
hanya untuk mencari ridla Allah”.
Ibadah akan menjadikan seseorang mampu menjadi
pribadi yang kokoh dan terkontrol. Ini yang menjadikan seseorang akan selalu
dalam rel norma dan aturan agama. Ibadah dalam Islam mencakup segala hal yang
bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Seorang muslim harus mampu menempatkan
urusan dunia dan akhirat secara seimbang.
Jika hal tersebut bisa dilakukan, maka Allah akan
menganugerahkan keberkahan dalam hidupnya Allah juga tidak pernah meremehkan
setiap upaya hamba-Nya. Dia memerintahkan setiap hamba agar bekerja keras dalam
menjalani kehidupan di dunia ini dengan menghambakandiri kepada Allah. Inilah
kombinasi yang indah di dalam islam yang tidak terdapat di dalam agama-agama
lain.
“Beragam ibadah wajib maupun sunnah akan selalu
mempunyai efek positif bagi pelakunya”. Tegas Muhammad Shofa.
Umpamanya dzikir, walaupun sederhana amalan dzikir
bisa dijadikan sebagai terapi yang akan membuat peredaran darah seseorang
menjadi lebih stabil. Shalat subuh juga mempunyai beragam manfaat bagi tubuh
manusia. Shalat subuh bisa memperlancar peredaran darah pasca tidur, mengganti
sel-sel yang rusak, memperbaiki kinerja jantung, meningkatkan daya tahan tubuh,
dan masih banyak manfaat dari sisi ibadah ini ini. Masih banyak lagi
amalan-amalan ibadah yang bisa dianalisa sendiri lewat perenungan aplikasi
menjalankan ibadah. (ubes)
Bagaimana Ibadah Bisa Berdampak Positif Bagi
Kehidupan Kita
Pernahkah kita merasa shalat kita hanya tersisa
tinggal gerak badan tanpa getaran hati? Ibadah haji dan umrah menjadi salah
satu di antara sejumlah wisata? Zakat dikeluarkan sama beratnya dengan pajak?
Dan puasa menjadi rangkaian upacara kesalehan yang lewat begitu saja setelah
usai bulan Ramadan? Sudahkah wudhu kita
membersihkan diri kita dari keterikatan kepada dunia dan menyucikan pikiran
kita dari keraguan dan kesesatan? Mengapa demikian?
Sayyidina Ali ibn Abi Thalib k.w. pernah
menuturkan tiga tipe orang beribadah. Pertama, beribadah karena mengharapkan
balasan. Ibadah mereka merupakan
investasi masa depan. Semakin banyak ia menjalankan ritual-ritual keagamaan
semakin banyak pula imbalan dari Tuhan yang akan diterimanya. Itulah ibadah
para pedagang, pebisnis. Kedua, karena takut pada siksa-Nya. Ibadah mereka sama
seperti pengabdian seorang budak kepada tuannya. Ia melakukan segala tugas yang
dibebankan karena khawatir mendapat murka sang majikan bila ia melanggarnya.
Biasanya mereka menjalankan ibadah hanya untuk menggugurkan kewajiban. Ketiga,
beribadah karena mereka sadar memang seharusnya beribadah. Itulah ibadah orang
merdeka. Ibadah mereka dihiasi cinta dan ketulusan.
Hampir tidak pernah ada lagi kisah dalam sejarah
manusia tentang kehebatan sebuah generasi layaknya cerita Nabi Muhammad SAW dan
sahabat Beliau. Mereka tidak saja dikenal karena gaya kepemimpinan,
kedermawanan, kezuhudan, dan militansi jihad, akan tetapi ibadahnya yang mengagumkan.
‘Utsman bin ‘Affan. Salah satu diantara Sahabat
Nabi yang juga ta’at. Amaliahnya di
siang hari adalah kedermawannannya dan puasa, sedangkan di malam hari dia sujud
dan berdiri untuk shalat. Beliau adalah orang yang mendapat kabar gembira masuk
surga karena kesabarannya. Beliau senantiasa menghidupkan malamnya dengan
membacanya Al-Qur’an, dan disebutkan dalam riwayat bahwa beliau pernah
mengkhatamkan Al-qur’an dalam satu rakaat shalatnya. Itu hanya beberapa titik
sejarah seorang Utsman bin ‘Affan, yang hingga kini tercatat hanya pada sebuah
tinta kecil, tentang sebuah kisah
generasi terbaik umat islam sampai sekarang.
Baiklah, saat ini bagaimana kita memulai hadir untuk menuntun diri kita, agar ibadah
kita tidak lagi menjadi sekadar kewajiban atau karena takut terhadap siksa
akhirat, melainkan sebagai wahana untuk menumbuh kembangkan kemuliaan jiwa,
ketenteraman batin, kesuksesan hidup, dan kebahagiaan kita manusia sebagai
hamba Allah. Kita ajari diri ini bagaimana
menyentuh jiwa ibadah itu, dengan cara
mengelupas selubung-selubung makna spiritual setiap ibadah, mulai dari bersuci,
shalat, puasa, zakat, dan haji.
Kita ajari diri ini mencoba bagaimana menyadari
betapa semua bentuk ibadah adalah hadiah dan anugerah Allah bagi hamba-Nya yang
beriman. Setiap ibadah menjadi ekspresi cinta dan kerinduan spiritual sang
hamba pada Penciptanya. Hanya dengan cintalah ibadah menjadi mudah. Kepatuhan
menjadi kerinduan. Ketaatan menjadi dambaan.
Inilah saatnya kita mengawali menyelamatkan diri
kita dari beribadah sekadar rutinitas. Sebaliknya, kita berupaya mencari dan
menyelami ibadah kita secara cerdas dan berkualitas. Bagaimana kita
mengungkap kandungan energi spiritual dan kekuatan
natural yang melekat pada ibadah-ibadah ritual melalui kajian metafisika dengan
pendekatan ilmiah dan spiritual. Dengan demikian ritual Islam tersebut dapat
kita pahami dalam implikasi-implikasinya yang nyata bagi kehidupan kita.
Sehingga pada akhirnya kita menemukan"Setetes Rahasia ibadah”, yang pada
akhirnya akan melihat sendiri secara
langsung keagungan dan kehebatan meta energi ruhaniah dalam setiap
ritual Islam yang kita lakukan.
Kendati tujuan hakiki dari pelaksanaan
ibadah-ibadah ritual (mahdhah), secara global, disebutkan oleh Allah dalam
Al-Qur'an, namun acapkali kita tidak mengetahuinya dengan benar apa maksudnya
atau bagaimana proses tercapainya tujuan tersebut dengan ibadah ritual yang
kita lakukan. Kecaman Allah dan sindiran-sindiran Rasulullah SAW. pada
pelaksanaan ibadah ritual yang gagal mencapai tujuannya, cukup bagi kita
untuk merenungkannya. Ini menunjukkan
adanya potensi kesenjangan yang amat jauh antara esensi tujuan ibadah dengan
realisasi pelaksanaannya.
Oleh karena itu, adalah penting bagi kita untuk
mengetahui hikmah yang terkandung dalam ritual ibadah. Dimana teknik Ibadah ini
ada yang dilaksanakan secara berjamaah, dan ada yang secara privasi, namun
tingkat essensial ibadah baik tujuan dan maupun pelaksanaanya sama yaitu kepada
dan dari Allah. Untuk itu, kita saat ini harus bersama belajar ibadah. Bagaimana
saudara-saudari ikhwan sholihin, bisa kita mulai ibadah sambil terus tafakkur
dalam perjalanan ibadah kita? Oke kita mulai dari sekarang! (Ubes Nur Islam dari berbagai sumber)



Comments
Post a Comment