BELAJAR MUDAH PRAKTEK SHOLAT Bagian 2

 BELAJAR MUDAH PRAKTEK SHOLAT

Bagian 2

 

Mengenal Rupa-Rupa Karakter Orang Pelaku Sholat

 

Alternatif & Solusi -Pengetahuan dan pemahaman ilmu syariat tentang ibadah sholat yang konprehensip merupakan keharusan dan wajib bagi seorang muslim, karena tanpa ilmu pengetahuan sholat, bisa jadi sholatnya menjadi bumerang tersendiri dan menjadi bahaya bagi diri si pelaku sholat. Seperti yang disinggung dalam al-Qur’an....

 

فويل للمصلين – الذبن هم عن صلاتهم ساهون – الذين هم يراءون  ويمنعون الماعون (الماعون :4-7)

 



Dalam ayat ini, Allah swt menegaskan sebuah fenomena kepribadian orang-orang yang dianggap sebagai pembohong, pendusta, dan penipu agama Allah, yaitu diantaranya adalah orang yang mengerjakan sholat, yang di dalam pribadinya terdapat kriteria sebagai berikut:

 

(1)    orang sholat yang lalai dari sholatnya, الذبن هم عن صلاتهم ساهون  maknanya bisa hal berikut ini:

a.       karena menyepelekan dan meremehkan sholat, sebagai sesuatu yang percuma dan sia-sia belaka,

b.       karena mengurangi atau meninggalkan syarat dan rukun shalat,

c.       kerena sholat tidak dikerjakan sesuai waktunya dan menya-nyiakan sholat saat waktu ada, 

d.       karena sholat tidak dijiwai dan tidak dihayati, tidak menghayati sholat bahkan dilakukan dengan senda gurau dan bermain-main dalam sholat, sholat dianggap olah raga tubuh, dan mainan meditasi.

e.       karena sholat dilaksanakan dalam keadaan najis atau hadats, baik badan, tempat dan pakaian,

f.        karena sholat dilaksanakan dalam pikiran jahat dan kotor (ada pikiran hasud, niat zalim, dan ghodhob kepada saudara muslim lainnya, pada saat berlangsungnya melaksakan sholat)

g.       karena terpaksa, malas-malasan, dan tidak ada keikhlasan

h.       karena sholat tidak ada tawadhu, tadarru, khudu, khouf, roja, dzouq, mahabbah, dan khusyu’ 

(2)    orang sholat yang berbuat riya di hatinya, – الذين هم يراءون   maknanya bisa hal berikut ini:

a.       karena terpakasa ajakan orang lain, malu kepada yang mengajak, bukan malu kepada Allah,

b.       karena ingin terlihat dan dipandang orang lain bahwa ia rajin, pandai dan pintar sholat,

c.       berpura-pura khusyu, pura-pura khudhu’, dan ekspresif dan haru, padahal ia kosong dari semua itu,

d.       menangis tanpa alasan jelas, sum’ah, merasa suaranya bagus dan enak, dan ahwal lainnya.

(3)    orang sholat namun hatinya menolak dan benci dengan sholatnya, ويمنعون الماعون , maknanya bisa hal berikut ini: 

a.       menolak dengan menghilangkan atau mengurangi syarat dan rukun kesahihan sholat,

b.       menolak dengan menghilangkan tujuan, fungsi, dan nilai kualitas sholat,

c.       menolak dengan menghilangkan barang atau fasilitas  terwujudnya kegiatan ibadah sholat) atau,

d.       enggan untuk membantu dan mendukung terwujudnya pasilitas atau barang-barang berguna (dalam menegakkan kegiatan ibadah sholat).

 

Dengan ayat tersebut, dapat diketahui, bahwa orang yang berbuat sholat itu rupa-rupa karakter, diantaranya:

1.       ada yang benar-benar sholat, sesuai dengan syarat dan rukunnya, dilakukan dengan khusyu dan kerinduan kepada Allah, mengaharap ridho dan ampunannya,

2.       ada yang benar-benar sholat, sesuai dengan syarat dan rukunnya, serta dilakukan dengan khusyu seadanya,

3.       ada yang benar-benar sholat, sesuai dengan syarat dan rukunnya, tapi tidak ada ruh dalam sholatnya, tidak menghayati apa yang sedang dilakukannya dan tidak ada khusyu dalam sholatnya,

4.       ada yang benar-benar sholat, tapi tidak memenuhi syarat dan rukunnya, karena kejahilannya, atau dikurangi dari syarat dan rukun tersebut,

5.       ada yang malas-malasan dan meremehkan sholat, sehinnga ia melewatkan waktu sholatnya,

6.       ada sholat dilaksanakan tanpa ilmu, ia sholat dalam keadaan najis atau hadats, baik badan, tempat dan pakaian,

7.       ada sholat dilaksanakan dalam pikiran jahat dan kotor (ada pikiran dan niat hasud, niat zalim dan ghodhob kepada saudara muslim lainnya, pada waktu mengerjakan sholat)

8.       sholat terpaksa, malas-malasan, dan tidak ada keikhlasan, sholat tidak ada tawadhu, tadarru, khudu, khouf, roja, dzouq, mahabbah, dan khusyu’ 

9.       sholat karena terpakasa ajakan orang lain, karena malu kalo gak sholat, ingin terlihat dan dipandang bahwa ia rajin, pandai dan pintar sholat,

10.   sholat berpura-pura khusyu, pura-pura khudhu’, dan ekspresif dan mengharukan, padahal ia kosong dari semua itu, bahkan sampai menangis tanpa alasan jelas, sum’ah, merasa suaranya bagus dan enak, dan ahwal lainnya.

11.   orang sholat namun hatinya menolak dan benci dengan sholatnya, disebabkan beberapa sebab berikut ini:

-menolak dengan menghilangkan atau mengurangi syarat kesahihan sholat,

-menolak dengan menghilangkan tujuan, fungsi, dan nilai kualitas sholat,

-menolak dengan menghilangkan barang atau fasilitas terwujudnya kegiatan ibadah sholat) atau

12.   orang sholat namun hatinya menolak enggan untuk membantu dan mendukung terwujudnya pasilitas atau barang-barang berguna (dalam menegakkan kegiatan ibadah sholat).

 

Demikianlah rupa-rupa karakter sikap orang yang melaksanakan dan menghadapi ibadah sholat itu. Agar kita sendiri mengerti dan tahu ada dimana porsi dan posisi rupa karakter diri kita sendiri. Semoga posisi kita dalam lindungan Allah SWT. Amin. (*)Ubes Nur Islam dari berbagai sumber.

Comments