BELAJAR MUDAH PRAKTEK SHOLAT Bagian 3
BELAJAR MUDAH PRAKTEK SHOLAT
Bagian 3
Memahami Praktek Sholat
Alternatif & Solusi -Praktek sholat ialah melakukan pengejewantahan
dari refleksi perjalan ruhani seorang diri manusia menuju hadrat Rabbil Ijjati,
Tuhan yang menciptakan semua makhluk yang ada, sebagai Zat yang maha Agung dan yang
patut disembah oleh semua makhluk, dengan cara melaksanakan ibadah sholat atau
berdo’a.
إِنَّنِي أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي –
“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku,
maka sembahlah Aku dan laksanakanlah shalat untuk
mengingat Aku”.
(Surah Taha [20:14])
Sholat sebagai media dan alat tangga naik menuju hadrat
Rabbil Ijjati, harus dipahami dengan baik dan benar. Seseorang akan sampai
kapada Allah, bilamana media tangga ini benar-benar sah, valid, baik dan tidak
rusak. Sebaliknya, bila alat tangga ini rusak
atau cacat dan lemah tentu saja akan menyulitkan dirinya untuk sampai ke
tujuan. Oleh karena itu, manusia harus benar-benar memahami dan mengetahui ilmu
tentang tangga naik kepada Allah ini, yakni ilmu praktek ibadah sholat. Tangga
naik menuju Allah melalui sholat, teknisnya ada tiga tahapan, yaitu: takholliyatus
sholat, tahalliyatus sholat, dan tajalliyatus sholat.
Tangga naik ini bukan dipahami sebagai tangga
biasa, yang biasa dipakai sebagai alat untuk menaiki suatu tempat lebih tinggi
atau di atasnya. Tangga naik disini tentu saja sebagai bentuk kata majaz atau
kalimat metafora, sebab Tuhan, Allah SWT bukan di atas, bukan di bawah,
bukan di samping kanan atau samping kiri, bukan di depan atau di belakang.
Tuhan, Allah bukanlah wujud yang memerlukan tempat seperti semua ciptaannya.
Allah adalah wujud yang Maha Ada dan Maha Dekat dengan semua ciptaan-Nya. Oleh
karena itu, jika kita bertanya tentang Allah, Tuhan kita. Jawabannya singkat,
Allah itu Maha Ada dan Maha Dekat dengan kita. Allah berfirman dalam Al-Qur’an.
اذا سئالك عبادي عنى فانى قريب اجيب دعوة الداع اذا دعانى فليستجيبونى
وليؤمنوبى لعلكم يرشدون (الاية)
“Bilamana hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (wahai
Muhammad kekasih Allah),
katakanlah kepada mereka, sesungguhnya Aku ada dan sangat
dekat (dengan semua hamba-hamba-Ku).
Jika mereka memohon dan berdo’a kepada-Ku, maka
hendaklah memohon, secara langsung permintaannya kepada-Ku
dan meyakini Aku (Allah) akan mengabulkan permintaanya.
Semoga mereka (hamba-hamba-Ku)
semua mendapatkan petunjuk (dari-Ku)”.
(Al-Qur’an)
Pernyataan Allah dalam ayat
ini, فانى قريب,
sesungguhnya Aku ada dan sangat dekat (dengan semua hamba-hamba-Ku),
adalah pernyataan yang menegasan
eksistensi Allah itu tidak diragukan, bahwa Allah itu ada dan wujudnya nyata,
dan selalu meliputi semua makhluk-Nya. Sebagai refleksi pengabdian bagi semua
ciptaannya, mereka diperintahkan untuk melaksanakan praktek sholat atau memuji
dan berdo’a kepada-Nya.
Praktek ibadah sholat merupakan medium untuk
melakukan taqarrub kepada Allah. Di dalam sholat, kita banyak melakukan gerakan
badani sebagai refleksi penyembahan diri kepada Allah. Di dalam sholat, kita
banyak melakukan gerak qauli, yakni pengungkapan rasa memuliakan, pengagungan,
kebesaran, takbir, syukur, tahmid, tasbih, tazkir, taqdis, dan juga permohonan
berbagai kebutuhan hidup, keselamatan, kesejahteraan, kesuksesan, kedamaian,
ketentraman, kehidupan berkecukupan, kesehatan ragawi jasmani dan rohani,
pengampunan dan pertobatan. Bahkan di dalam sholat, kita sering mengungkapkan
agar jalinan hubungan romantika dengan Allah, agar selalu terbagun bersamanya
dan tidak pernah berpisah sedetik pun dengan-Nya, kapan saja dan dimana pun
adanya. Jadi, di dalam sholat, kita diungkapkan ingin selalu bersamanya
sepanjang hayat, baik dalam kehidupan dunia ini maupun dalam kehidupan nanti di
akhirat.
Di dalam praktek ibadah sholat, setiap pelaku
sholat memiliki fenomena ahwal tersendiri, sehingga para pelaku sholat
tergambar dalam beberapa stadium ahwal. Ada yang derajat sholat cukup hebat dan
amat luar biasa, ada yang biasa-biasa saja, dan ada yang sangat rendah. Stadium
ahwal para pelaku sholat tergantung dari cara dan kemampuan masing-masing
pemahaman ilmu dan fenomena praktek sholat yang dilakukannya.
Oleh karena itu, sholat merupakan medium dan stage
menuju Allah, yang dalam prakteknya membutuhkan kedalaman pengetahuan khusus,
yaitu ilmu praktek sholat. Ilmu praktek sholat ini meliputi beberapa hal yang
harus diketahui dan dipahami oleh si pelaku sholat.
Pertama, memahami praktek sebelum sholat dikerjakan, yaitu persiapan akan
melaksanakan sholat, yang meliputi syarat sah dan syarat wajib, pembersihan
diri berupa thaharah dan tazkiyatus nafs, mawaqitus sholat, arah kiblat, dan
tempat sholat, termasuk juga atribut sholat (pakaian, sajadah, dan lain-lain)
sebagai refleksi dari takholliyatus sholat.
Kedua, praktek pelaksanaan sholat, yang
meliputi pemahaman rukun sholat dan adab-adab sholat, pemahaman maqomat gerakan
maknawi dan dzohiri dalam setiap rukun, serta penghayatan fenomena ahwal dan
khusyu dalam totalitas semua gerakan sholat, sebagai refleksi tahalliyatus
sholat.
Dan ketiga, menjaga sikap dawaimus
sholat pasca sholat, yakni menjaga kelanggengan dan keistiqomahan sholat,
sebagai refleksi tajalliyatus sholat, yang mengejawantah ke berbagai
lini kehidupan sehari-hari si pelaku
sholat. (lihat Surat Al-Ma’arij:19-35 dan Al Mu’minun : 1-11).
Berikut ini merupakan tema seputar praktek ibadah sholat.
Cobalah renungkan.
A.
Praktek Sebelum Sholat Dikerjakan,
Persiapan akan melaksanakan sholat, seseorang
harus memahami pengetahuan yang meliputi bidang berikut ini:
1)
Cara Pembersihan Diri dengan Thaharah dari Najis,
Khobaits, dan Hadats
2)
Memahami Cara Memilih Sumber Air dan Cara
Penggunaannya
3)
Memahami Praktek Istinja, Wudhu, Mandi Janabah,
dan Tayamum
4)
Cara Pembersihan Diri dengan Tazkiyatus Nafs dari
Radzail Qolbi, Rijsun dan Akhlaq Madzmumah
5)
Memahami Cara Refleksi Takholliyat qabla Sholat
6)
Memahami Pengertian Sholat dan Klasifikasi
Pembagian Sholat
7)
Memahami Syarat Wajib Sholat dan Syarat Sah Sholat
8)
Memahami Mawaqitus Sholat dan Arah Kiblat
9)
Memahami Tempat Sholat dan Atribut Sholat
(Pakaian, Sajadah, Dan Lain-Lain)
10)
Mengenal dan Memahami Rukun-Rukun Sholat (Rukun Fi’li, Qouli, Dan Qolbi)
11)
Mengenal dan Memahami Adab-Adab Sholat (Sunnah
Ab’ad dan Hai’at)
12)
Membangun Rasa Rindu dan Kangen Jumpa Allah dan
Rasulnya dalam Sholat
B.
Praktek
Pelaksanaan Sholat
Selanjutnya, seseorang harus memahami pengetahuan yang
meliputi bidang berikut ini:
1)
Memahami Penghayatan Hikmah dalam Rukun Sholat
(Rukun Fi’li, Qouli, Dan Qolbi)
2)
Memahami Penghayatan Hikmah dalam Adab Sholat
(Sunnah Ab’ad dan Hai’at)
3)
Pemahaman Maqomat Gerakan Maknawi Dan Dzohiri
Dalam Setiap Rukun Sholat
4)
Penghayatan Fenomena Ahwal Dalam Totalitas Gerakan
dan Bacaan Ayat Al-Qur’an dalam Sholat
5)
Penghayatan Fenomena Khusyu Dalam Totalitas Gerakan
Sholat
6)
Memahami Cara Refleksi Takholliyat fis Sholat
7)
Memahami Cara Refleksi Tahalliyat fis Sholat
8)
Memahami Cara Refleksi Tajalliyat fis Sholat,
C.
Menjaga Sikap Dawaimus Sholat Pasca Sholat
Selanjutnya, seseorang harus memahami pengetahuan yang
meliputi bidang berikut ini:
1)
Menjaga Kelanggengan Dan Keistiqomahan Sholat
2)
Memahami Cara Refleksi Tajalliyat Ba’da Sholat
3)
Membangun Rasa Rindu dan Kangen Jumpa Allah dan
Rasulnya dalam Sholat Daim
Tema-tema tersebut harus benar-benar kita pahami
sebaik mungkin, agar sholat kita benar-benar naik menuju Allah Rabbil Ijjati
dan diterima di sisi-Nya. Untuk memahami tema-tema tersebut diatas, sebaiknya
Saudaraku, yang muslim dan mukmin, banyaklah bertanya kepada Guru ngaji
setempat, atau ustad pribadi saudara, agar pemahaman tema seputar sholat tersebut
lebih masuk kepada sanubari saudara.
Ilmu praktek sholat, untuk pertama kali (bagi
pelajar pemula) tidak bisa dipelajari dan dipahami secara autodidak, melainkan
harus dipahami dan belajar dari seorang guru atau ustadz yang memiliki
kompetensi ilmu yang bersanad dan tersambung dengan guru-gurunya sampai
Rasulullah. Sebab pemahaman ilmu praktek sholat, jika dipelajari dan dipahami
secara autodidak akan melahirkan pemahaman yang bebeda-beda dan bergeser dari
pedoman dan sumber awalnya. Dan ini berarti akan menjauhkan dirinya dari Allah,
niat hati mau taqarrub kepada Allah dan nyatanya malah melemparkan dirinya jatuh
tersungkur ke lembah jurang paling panas, jauh dari Allah. Nauzu billahi min
zalik.
Tema-tema tersebut di atas, hanya sebuah kisi-kisi
untuk menelisik rangkaian penelusuran sebuah pertanyaan seputar sholat. Tema
tentang sholat bisa saja lebih simpel dan ringkas, atau lebih panjang dan
mendalam, tergantung cara pandang dan cara telisik kita, mau sampai dimana.
Mari kita mulai belajar lagi ilmu praktek sholat
yang benar, dengan bersilatur rahmi dengan guru ngaji dan ustad terdekat atau
aktif mengikuti kegiatan pengajian di majlis taklim terdekat. Dan, SELAMAT
BELAJAR MENDALAMI ILMU SHOLAT, SELAMAT BERSILATUR RAHMI DENGAN GURU NGAJI DAN
USTAD SAUDARA. Bangunlah dan jalinlah hubungan yang harmoni dengan guru
ngaji dan ustad saudara. Sampaikan salam dari kami, untuk guru ngaji dan ustad
saudara. Terima kasih, semoga bermanfaat. Amin. (*)Ubes Nur Islam.



Comments
Post a Comment